PEKANBARU, SUKAJADI - Keberadaan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Pekanbaru memang menjadi hal yang baru dalam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Pekanbaru. Sejalan dengan itu, OPD yang terbentuk pada awal tahun 2017 ini, diharapkan mampu menjadi penggerak visi dan misi kota Pekanbaru.

“Meski OPD baru, Kita siap untuk mewujudkan visi dan misi Kota Pekanbaru. Selain itu, OPD Balitbang ini sendiri juga dibentuk untuk membuat rekomendasi kebijakan yang berkualitas,” kata Sekretaris Balitbang Kota Pekanbaru Hendra.

Hendra menambahkan, keberadaan Balitbang bagi Pemerintah Kota Pekanbaru mempunyai peran yang sangat strategis. Diantaranya adalah sebagai input untuk proses penyusunan kebijakan strategis daerah kedepan.

Selain itu, pihaknya juga memberikan input dan penilaian terhadap hasil pelaksanaan program kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi dan acuan untuk program yang direncanakan untuk kedepannya.

“Selain peran, kita juga punya tugas pokok dan fungsi Balitbang Kota Pekanbaru yakni menyusun dan melaksanakan kebijakan teknis, rencana dan program kelitbangan pemerintahan,” paparnya.

Balitbang Kota Pekanbaru sendiri juga menjalankan program tentang pengkajian kebijakan lingkup urusan pemerintahan serta melaksanaka fasilitasi dan melakukan inovasi daerah. Tidak sampai disitu saja, Balitbang Kota Pekanbau juga melakukan pemantauan, evaluasi dan pelaporan atas pelaksanaan kelitbangan, melakukan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kelitbangan di pemerintahan.

“Tugas kita di Litbang tidak hanya disitu saja, kita juga harus memastikan tersusunnya kebijakan dan atau regulasi berbasis hasil kelitbangan. Di Litbang sendiri, kita juga memberikan rekomendasi regulasi dan kebijakan kepada wali kota untuk program yang dirancang,” lanjut Hendra lagi.

Tidak hanya menjalakan rekomendasi kepada pemerintah, Litbang Kota Pekanbaru juga bertugas mengeluarkan rekomendasi untuk penerbitan izin penelitian bagi Warga Negara Indonesia (WNI) serta meminta laporan atas hasil penelitian yang dilaksanakan.

Tidak hanya untuk WNI saja, Balitbang Kota Pekanbaru juga mengeluarkan rekomendasi bagi warga negara asing untuk diterbitkan izin penelitian oleh instansi terkait, melakukan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, mengevaluasi rencana kerja pembangunan daerah dan APBD.(Adv-Sekretariat/Diskominfo Kota Pekanbaru).

PEKANBARU, TAMPAN - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru beberapa waktu lalu mengikuti konferensi pers bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati. Dalam konferensi pers itu,  ada enak kota lainnya yang mengikuti kegiatan serupa.

Keenam kota lainnya yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Kota Bandung, Kota Makassar, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Tangerang dan Kota Sidoarjo. Ketujuh daerah yang mengikuti konfrensi pers bersama Menkeu itu diwakili oleh masing-masing wali kota.

Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru M Noer membenarkan hal tersebut. Bersama Menkeu, Pemko Pekanbaru menyampai beberapa program untuk membangun percepatan di daerah-daerah.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru M Noer
“Kemarin kota-kota yang dibawah program khusus Kementerian Keuangan dan dalam rangka percepatan kebutuhan mendesak dari daerah-daerah, maka dipanggillah tujuh kota, yakni surabaya,, bandung, makassar, Pekanbaru, Semarang, Sidoarjo dan Tanggerang,” kata Sekda M Noer.

M Noer juga menjelaskan, saat itu Pemko Pekanbaru juga ditanya tentang permasalah apa saja yang menjadi kendala saat ini serta apa yang diharapkan dan tindak lanjut kedepannya.

“Jadi semua daerah menyampaikan semua permasalahan termasuk kendala-kendala  dan karena situasi keuangan negara, membuat program yang sudah direncanakan terganggu dan menjadi tertunda,” tambah M Noer.

Selain itu, menteri sendiri juga menjamin program yang direncanakan oleh tujuh kota tersebut akan menjadi prioritas. Untuk kota Pekanbaru, program yang diminta waktu itu adalah pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk mencukupi penyaluran air ke rumah tangga di Pekanbaru.

“Dari jumlah penduduk Pekanbaru sebanyak 1,1 juta jiwa, jumlah rumah tangga yang dapat penyaluran masih dibawah 10 persen. Sekarang ini bagaimana PDAM kita melalui program SPAM ini dapat terlaksana untuk air bersih,” tambah mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
(Disdukcapil) Kota Pekanbaru tersebut.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Selain program SPAM, Pemko Pekanbaru juga meminta satu program tambahan yang dibiayai oleh pemerintah pusat. Program tersebut yakni pembangunan jembatan siak V, yang menghubungankan jalan ring road dengan jalur trans sumatra dan koneksi langsung dengan tol Pekanbaru-Dumai.

“Oleh menteri, pihaknya menanggapi hal tersebut dan secara positif dipersilahkan untuk ditindaklanjuti dan memberikan secara prioritas,” papar M Noer.

Untuk pembangunan jembatan tersebut, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum akan turun langsung untuk menindaklanjuti rencana program tersebut. Salah satunya adalah berapa anggaran untuk pembangunan tersebut.

“Kita sudah hitung dan jika tertampung oleh pemerintah pusat dan hal tersebut sesuai dengan harapan wali kota dan wakil wali kota terpilih,” lanjutnya lagi

Pemko Pekanbaru juga berharap agar program tersebut pembiayaannya bisa dilakukan oleh pemerintah pusat atau Pemerintah Provinsi Riau. “Tetapi jika tidak bisa, kota akan mengambil alih pembangunannya. Karena itu merupakan pembangunan yang sangat dibutuhkan dan menunjang pembangunan daerah kita kedepannya,” tutup M Noer.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Erizal
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Erizal menambahkan, Jembatan Siak V ini memang sudah lama direncanakan. Bahkan, untuk perencanaan pembangunannya, sudah ada Detail Engineering Design (DED), izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga master plan jembatan tersebut juga sudah ada.

"Sekarang ini tinggal pelaksanaan. Pelaksanaan kewenangan APBN atau Pemprov. Posisi jembatannya itu berada dekat dengan PLTU Tenayan Raya dan ujungnya ketemu di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Okura," jelas Erizal.

Untuk panjangnya sendiri, jembatan Siak V sepanjang 1350 M. Jembatan yang direncanakan pada tahun 2011 lalu tersebut sudah tidak ada kendala, termasuk soal lahan.

"Insya Allah pembangunannya paling lama tahun 2019 mendatang dan 2018 akan diusulkan biaya sebesar Rp 400 M lebih. Jika jembatan itu selesai, maka akan dapat efisiesni waktu, jarak, biaya serta
mengurangi kemacetan di kota. Dengan adanya Siak V ini juga akan ada perekonomian masyarakat naik. Karena banyak yang bisa dibuat nantinya," ucap Erizal.

Sebagaimana diketahui, bersama tujuh kota, Menkeu Sri Mulyani Indrawati melakukan konferensi pers. Kegiatan tersebut membahas sinkronisasi dan sinergi kebijakan penyediaan infrastruktur, antara
pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menkeu sendiri juga menyampaikan dukungan pelaksanaan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) oleh pemerintah daerah.

Saat ini, Pemerintah Pusat tengah mendorong penggunaan KPBU sebagaiskema pembiayaan dalam penyediaan infrastruktur. Hal ini bertujuan untuk menjembatani keterbatasan APBN dan kebutuhan infrastruktur yang tinggi.

Berdasarkan RPJMN 2014-2019, APBN dan APBD hanya mampu membiayai kebutuhan pembiayaan infrastruktur sekitar 41 persen dari total kebutuhan. Oleh karena itu, Pemerintah Pusat mengharapkan Pemerintah Daerah dapat mengimplementasikan skema KPBU dalam penyediaan infrastruktur daerah.

Adapun bentuk dukungan yang akan diberikan adalah penyediaan fasilitas penyiapan proyek, antara lain penyusunan kajian pra studi kelayakan, pendampingan transaksi/lelang, dukungan kelayakan berupa pembiayaan secara tunai atas sebagian konstruksi, dan penjaminan risiko politik atas kewajiban keuangan Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK).

Dukungan tersebut diharapkan dapat membuat proyek KPBU daerah menjadi layak secara keuangan, sehingga menarik minat calon Investor dan perbankan. (Adv-Sekretariat/Diskominfo)

PEKANBARU, SUKAJADI - Pemerintah Kota Pekanbaru menerima hibah Alat Berat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal ini Pejabat Walikota Pekanbaru diwakili oleh Plt. Kepala BPKAD ditemani Kabid Pengelolaan Aset dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan beserta Sekretarisnya. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Plt. Kepala BPKAD Alek Kurniawan SP, M.Si menjelaskan bahwa ini merupakan acara penandatangan Naskah dan Berita Acara Serah Terima Hibah dari Direktorat Jendral Cipta Karya kepada Pemerintah Daerah yang menerima bantuan hibah. 

Acara Penandatanganan Naskah dan Berita Acara Serah Terima Hibah dibuka oleh Sekretaris Jendral Kementerian PUPR dan dihadiri Dirjen Cipta Karya serta Gubernur, Walikota dan Bupati se Indonesia. 

"Alhamdulillah, Pemko terima hibah buldozer dan escavator senilai lebih kurang 3,8 milyar dari kemen PUPR" ujar Alek Kurnaiawan kepada awak media, Kamis (13/4/2017). 

Alek menjelaskan bahwa nantinya alat berat itu akan di peruntukkan sebagai operasional di TPA Muara Fajar. 

"Alat berat tersebut nantinya insyaallah akan kita tetapkan SK Walikotanya tentang pengguna barang yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan sehingga OPD tersebut dapat memaksimalkan tupoksi mereka selaku OPD terkait" Tutup Alek.(pku*04)

PEKANBARU, LIMA PULUH - Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru Edwar Sanger secara resmi membuka acara Sosialisasi Pedoman dan Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi (PPID) Senin (3/4/2017) di aula kantor Walikota Pekanbaru. 

Dalam sambutannya Edwar Sanger mengatakan dengan dilakukannya sosialisasi ini diharapkan seluruh Perangkat daerah memberikan informasi yang benar-benar jelas, akurat dan tertata rapi.

"Jadi informasi bisa tersampaikan dengan baik. Seperti juga nanti jika teman-teman media yang ingin mencari informasi ya bisa dapat infonya itu akurat dan jelas, " ujarnya. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Ia mengatakan PPID yang dibentuk sejak tahun 2015 lalu sudah menunjukkan aktivitasnya yang bagus. 

"Terbukti dengan penghargaan yang diraih oleh PPID. Pada tahun 2015 PPID mendapat peringkat 11 dan tahun 2016 kemarin PPID kita sudah ada di peringkat 3. Tentu ini prestasi buat kita. Harapan kita ini bisa ditingkatkan, " jelasnya. 

Lebih lanjut Edwar meminta agar seluruh peserta bisa mengikuti sosialisasi dengan baik sehingga apa yang menjadi tujuan acara ini bisa tercapai. 

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Pekanbaru Firmansyah Eka Saputra dalam laporannya mengatakan sosialisasi ini sebagai bentuk realisasi komitmen rencana aksi untuk mencegah korupsi yang ditandatangani oleh seluruh kepala daerah di Riau. 

"Dalam rencana aksi tersebut telah disepakati untuk mensosialisasikan pedoman dalam rangka terwujudnya pemerintahan yang transparan dan akuntabel," ungkapnya. 

Dikatakannya sosialisasi diikuti oleh seluruh kepala OPD, seluruh sekertaris OPD, Kepala Bagian, Perwakilan dari perguruan tinggi, perwakilan wartawan, dan juga perwakilan dari LSM.(pku*04)

PEKANBARU, RUMBAI PESISIR - Masyarakat Ekonomi ASEAN yang memiliki pola untuk mengintegrasikan ekonomi di kawasan ASEAN dengan cara membentuk sistem perdagangan bebas atau free trade antara sesama negara anggota ASEAN.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Awal Januari lalu, sebanyak empat perusahaan ritel waralaba asing telah mendatangi Kota Pekanbaru untuk memantau peluang bisnis. Demikian yang dikatakan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustian dan Perdagangan Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman.

Adapun empat ritel asing itu, Mas Irba menyebutkan adalah Seven Eleven, Circle K, Swensens, dan K24. Di mana keempat ritel tersebut telah mendatangi Disperindag Pekanbaru untuk berdiskusi soal potensi bisnis dan perizinan usaha di Kota Pekanbaru.

Mengenai masuknya ritel asing di Kota Pekanbaru, Mas Irba mengaku bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru tidak mempersoalkannya selama masih memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku. Pemko Pekanbaru secara terbuka menerima ritel yang ingin berinvestasi.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Dengan hadirnya investasi asing ini sendiri dapat memberikan peluang bagi Pekanbaru untuk meningkatkan pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi, terlebih Encik dan Puan ketahui bahwa Pekanbaru minim potensi wisata dan sumber daya alam.
.
Kota Pekanbaru sendiri memang menjadi daya tarik karena merupakan daerah investasi dengan dukungan penduduk di atas satu juta jiwa. Buktinya saat ini saja ada lebih dari 100 gerai milik dua ritel Alfamart dan Indomaret.

Selain dari sektor ritel, sektor pedagangan, properti dan jasa cukup diminati di Kota Pekanbaru. Yang mana nilai investasinya terus meningkat setiap tahun, bahkan hingga akhir November 2015 lalu mampu meraih Rp 11,8 triliun.

Dampak MEA ini sendiri cukup dirasakan di Kota Pekanbaru, bahkan Encik dan Puan dapat menemukan produk makanan impor yang bukan berasal dari negara ASEAN, seperti Jepang, Cina, dan Korea kini mulai membanjiri pasar hingga toko pinggir jalan.

Hal ini tentu saja merugikan keamanan Encik dan Puan selaku konsumen, karena kebanyakan produk impor tersebut tidak mencantumkan label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Sementara itu hasil penelusuran Disperindag Pekanbaru di lapangan menunjukkan barang impor tersebut masuk melalui negara yang tergabung dalam kesepakatan MEA, yakni Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Disperindag Pekanbaru hanya bisa mengawasi peredaran barang impor dari negara non-ASEAN tersebut. Karena dalam kesepakatan MEA tersebut, pemerintah daerah tidak bisa lagi melakukan pelarangan barang masuk dari negara ASEAN.

Lalu bagaimana dengan produk lokal? Banyak UMKM di Riau yang kini tengah berjuang untuk terus berproduksi tentunya akan terkena dampak dari MEA. Dengan pasar bebas yang sudah di depan mata, tentunya para pelaku usaha mesti meningkatkan kualitas produknya agar tetap bertahan.

Untuk melindungi UMKM, Mas Irba mewajibkan kepada semua pusat perbelanjaan atau ritel maupun waralaba untuk menjual sebanyak 20 persen produk UMKM Pekanbaru dari total produk dan jasa yang dijual.

Hal tersebut dilakukan agar tidak ada kekhawatiran yang beranggapan pelaku UMKM di Pekanbaru mati karena tidak mampu bersaing. Sehingga, perlu ada aturan khusus yang diberikan kepada pelaku usaha dari luar Kota Pekanbaru.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Selain itu, Pemerintah Kota Pekanbaru mencanangkan program pengadaan rumah kemasan yang anggarannya berasal dari kas pemerintah pusat. Terkait hal tersebut, Kecamatan Payung Sekaki, Rumbai dan Tenayan Raya mengajukan daerahnya untuk dibangun rumah kemasan.

Rumah kemasan sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang kemasan, baik itu konsultasi kemasan, desain kemasan hingga produksi kemasan produk itu sendiri.

Walikota Pekanbaru DR. H. Firdaus MT memastikan, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pekanbaru secara umum sudah siap bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah diberlakukan pada awal tahun 2016 ini.

''Jauh-jauh hari sebelumnya era MEA ini sudah menjadi perhatian kami, apalagi sekarang sudah diterapkan maka memang diperlukan pengembangan, agar kita tidak hanya jadi pembeli saja di pada MEA nanti,'' ungkapnya.

Menurut Firdaus MT, kedatangan produk-produk dari luar negeri ke Pekanbaru tidak akan mampu dibendung lagi oleh daerah. Bahkan masyarakat akan lebih memilih produk impor karena kualitasnya lebih baik dan harganya lebih murah. Apalagi selama ini, produk luar negeri sudah banyak membanjiri di Pasar Bawah Pekanbaru.

''Walau begitu, perlu dipikirkan bagaimana supaya UMKM yang berada di kota ini mampu menghasilkan produk-produk yang lebih berkualitas dengan harga relatif lebih murah, sehingga dapat bersaing dengan produk-produk dari luar negeri,'' jelasnya.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Berdasarkan data terakhir Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pekanbaru saat ini, ada sekitar 12.000 unit UMKM yang bergerak di sektor perdagangan dan sektor jasa seperti usaha kerajinan tenun, rotan, songket, makanan kering dan kue.

Mengenai hal itu, Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya pembinaan agar pelaku UMKM itu bisa bersaing dan kualitas produknya juga menjadi pilihan bagi masyarakat di negara-negara ASEAN.

''Banyak harus dibenahi terhadap produk-produk yang dihasilkan UMKM di Pekanbaru seperti kemasan dan keahlian tenaga kerja," kata Ingot.

Ingot Ahmad mengungkapkan, semua pihak harus siap dalam menghadapi MEA. Dalam menghadapi pasar persaingan bebas di kawasan Asia Tenggara itu, pihaknya sudah mengadakan pelatihan-pelataihan serta pembinaan kepada pelaku usaha terutama UMKM yang berada di Pekanbaru.

''Siap tidak siap, kita harus siap dalam menghadapi MEA yang mulai berlaku. Kami berharap dengan berbagai pelatihan dan pembinaan, mereka bisa menghasilkan produk berkualaitas,'' harapnya.(pku05)

PEKANBARU, TENAYAN RAYA - Sejak dipimpin Walikota Dr. H. Firdaus, MT perkembangan Kota Pekanbaru terus menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai sektor. Tidak hanya pada infrastruktur dan bangunan, juga bisa dilihat pada bidang pendidikan yang tetap menjadi skala prioritas. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Seperti yang sudah direalisasikan diantaranya, pembangunan ratusan gedung sekolah baru untuk tingkat SD di beberapa wilayah di Kota Pekanbaru. Perhatian serius juga ditunjukkan dengan dibangunnya gedung sekolah untuk tingkat SMP di beberapa kecamatan yang ada. 

Program revitalisasi sekolah juga sudah dilakukan, Pemko merealisasikannya di sekolah negeri maupun swasta, diikuti dengan penambahan ruang kelas baru di semua tingkatan. Untuk menunjang program pendidikan berjalan maksimal, Pemko juga sudah menambah bangunan laboratorium dan perpustakaan di sekolah-sekolah, diiringi dengan memberikan bantuan untuk pembangunan ruang praktik, berikut peralatan laboratorium. 

Meresmikan Gedung SMP IT Badrul Islam Jalan Naga Sakti Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan. 

Tak hanya fokus pada fisik bangunan, Walikota juga memperhatikan dari segi SDM-nya, untuk itu, sudah dibangun prasarana rumah penjaga sekolah di semua tingkatan, dilengkapi rumah ibadah, pembangunan penataan lingkungan. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Berupa pemasangan pagar, paving block dan pembangunan perpustakaan. Kemudian juga sudah dibangun ruang serba guna, sanitasi air bersih dan masih banyak lagi pembangunan yang dilakukan melalui program- program yang dikucurkannya. 

Dari pemaparan tersebut bisa dilihat bahwa Walikota Pekanbaru Firdaus, terus fokus memperioritaskan bidang pendidikan. Dia berharap, agar pendidikan di Pekanbaru semakin berkualitas, diiringi peran guru pendidik yang lebih baik. 

Setelah fokus dan merealisasikan pembangunan sekolah, wako juga tak membiarkan program pendidikan berjalan begitu saja. Dia selalu meninjau sekolah-sekolah disetiap kesempatan. Seperti yang dilakukannya, Sabtu (5/3/2016), di sekolah SMKN 02 dan SMK Manajemen Penerbangan di Jalan Parit Indah bertujuan untuk mengetahui perkembangan dari dua sekolah tersebut. 

Pada kesempatan itu, Firdaus juga mengapresiasi perkembangan pendidikan di SMKN 2. Pasalnya, sekolah itu sudah mempunyai banyak jurusan dilengkapi peralatan belajar yang akan mendukung proses belajar dan mengajar. 

"Alhamdulillah, di SMKN 2 pendidikannya sudah baik, sekolah ini juga banyak bekerjasama dengan berbagai perusahaan yang ada di Kota kita. Tak lain untuk menunjang minat dari para siswa dan siswiuntuk meningkatkan kemandirian dalam menimba ilmu Pengetahuan," kata Firdaus, waktu itu, dihadapan para siswa, kepala sekolah, dan guru pembimbing. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Wako juga sempat berdialog singkat bersama para pe-lajar disana dengan menyampaikan beberapa pesan positif kepada agar siswa jurusan yang berhubungan dengan mesin otomotif, listrik dan las, agar selalu menjaga keselamatan dan kesehatan dalam proses belajar. 

Apresiasi serupa juga disampaikan Walikota Firdaus saat menyempatkan diri mengunjungi SMK Penerbangan, Dia berharap kepada para siswa/siswi di sana, agar selalu tekun dalam menimba ilmu pengetahuan. Kemudian juga terus meningkatkan kemampuan menguasai bahasa Inggris, Mandarin dan Jepang. Sehingga bila ada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja di luar negeri, semua sudah siap mengikutinya. 

Turut hadir dalam peninjaun tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Jonny Sarikoen.(pku05)

PEKANBARU, RUMBAI - Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT memberikan pembekalan bagi 2.981 Ketua RT, 736 Ketua RW dan 58 LPM se Kota Pekanbaru dan 12 Camat yang di langsungkan di Hotel Mutiara Merdeka. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Dalam acara tersebut, selain membahas program strategis Pemko Pekanbaru, ada lima ‘Bersih’ yang ditekankan orang nomor satu di Pekanbaru kepada ujung tombak pemerintahan.

"Kelima bersih itu diantaranya, bersih pikiran. Selalulah berfikir positif. Terutama terkait dengan program pembangunan pemerintah kota pekanbaru. Kedua bersihkan pendengaran yang artinya ketua RT/RW harus menjauhkan diri darti hasutan yang berujung pada fitnah," imbuhnya.

Tak hanya itu saja, dalam penyampaian bersih yang ketiga, Wako meminta kepada ketua RT, RW dan Ketua LPM untuk peka terhadap penglihatan. “Kalau ada sampah di selokan atau parit yang merusak pemandangan kita, segera di bersihkan,” ujarnya.

Sementara untuk bersih yang ke empat, Wako meminta untuk memberihkan hati. Menurutnya, Ketua RT/RW harus menghindari sifat buruk sangka. Sehingga tugas dan fungsi di masyarakat dapat berjalan dengan baik.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
"Nah, untuk yang kelima ini bersihkan fisik dan lingkungan. Ini semua untuk menuju masyarakat yang madani, beradab dan berkualitas," ucapnya.

Langkah Wali Kota Pekanbaru H Firdaus ST MT untuk melakukan kemitraan dengan masyarakat bukanlah main-main. Pasalnya, beberapa kali orang nomor satu di Pekanbaru ini juga menghadiri pengukuhan Kepengurusan Forum Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat ( FK-LPM) Kecamatan Bukit Raya Periode 2015-2018 di Halaman Kantor Kecamatan Bukit Raya Kelurahan Simpang Tiga.

Wako usai menghadiri pelantikan mengatakan bahwa Pemko Pekanbaru sangat menyambut baik atas dikukuhkannya FK-LPM . Dengan dikukuhkannya pengurus ( FK-LPM ) ini dapat berperan aktif sebagai mitra yang mampu menggerakan pembangunan menuju kemandirian masyarakat.

"Saya ucapkan selamat kepada para pengurus yang telah dilantik. Semoga para pengurus bisa mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Saya juga berharap para pengurus dapat melaksanakan rapat kerja di seluruh jajaran LPM guna menyusun program-program yang dapat memberikan sumbangan yang berharga bagi pelaksanaan pembangunan di Kota Bertuah ini," kata Wako.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Ditambahkan Wako, FK-LPM Kota Pekanbaru adalah Mitra Pemerintah. Dalam membangun masyarakat madani yang di jadikan modal pembangunan dan juga pekanbaru sebagai Kota Interpreuner maka Sumber Daya Manusia (SDM) adalah modal utama.

"Maka oleh sebab itu memperdayakan masyarakat dengan prinsip tridaya dalam program PM-BRW maupun program masjid paripurna. Dengan prinsip tridaya dapat memperdayakan masyarakat berkualitas SDM yang baik, ekonomi kerakyatan yang baik dan kualitas lingkungan yang baik," ujarnya.

Tak hanya itu saja, Wako juga menambahkan daya tarik membangun negeri menjadi kota yang baik, nyaman, damai, bersih, sehat dan kota yang asri. Dengan prinsip demikian para pengusaha akan datang berinvestasi di Kota Pekanbaru.

"Pemerintah Kota Pekanbaru menghimbau segenap masyarakat Kota Pekanbaru, mari bersama-sama bergandeng tangan dan bahu-membahu untuk menanggulangi berbagai masalah sosial yang terjadi di Kota Pekanbaru," pinta Wako.

Pemerintah Kota Pekanbaru mengharapakan pengurusan FK-LPM ini dapat menjalankan program organisasi yang bisa melaraskannya dengan konsep pembangunan Kota Pekanbaru.

"Tentunya dengan berlapang hati dan menggunakan pikiran yang rasional untuk kemaslahatan umum, sehingga pembangunan yang terlaksanakan berdaya guna dan berhasil guna untuk Keadilan dan Kesejahteraan sesuai yang di cita-citakan," tutupnya.(pku05)

PEKANBARU, LIMA PULUH - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melakukan ekspose pengoperasian bus besar Trans Metro Pekanbaru (TMP), bantuan Kementerian Perhubungan tahun 2008 dan tahun 2015, Kamis (21/4/2016) di kediaman walikota. Rapat tersebut membahas mengenai penambahan rute baru yang nantinya dilalui bus TMP tersebut.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT  dalam pemaparannya mengatakan, selain membahas terkait persoalan tersebut, pertemuan yang digelar bersama Dinas Perhubungan dan PD Pembangunan juga sekaligus guna mengevaluasi pelayanan angkutan masal Pekanbaru yakni Trans Metro Pekanbaru.

"Rapat ini juga sekaligus mengevaluasi rencana pengembangan armada maupun pengembangan pelayanan, khusus di perumahan dan dalam perumahan ke jalur ke protokol," kata Firdaus.

Saat ini bus TMP melayani 9 rute, kedepan Pemko Pekanbaru bersama pemerintah provinsi dan kabupaten lain khususnya Kabupaten Kampar, akan dikembangkan kawasan aglomerasi.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
"Kita juga akan mengembangkan pelayanan kawasan dengan aglomerasi, untuk tiga titik di Kampar, rencana dari Pandau melalui ruas jalan Kubang Raya terus ke Garuda Sakti dan berhenti di terminal," jelasnya.

Kemudian Pemko juga merencanakan rute dari Simpang Panam sampai ke Danau Bingkuang, kemudian dari Garuda Sakti bisa sampai ke Petapahan yang masuk ke wilayah Kampar

"Yang kedua dari jalan Yos Sudarso ke Minas untuk Kabupaten Siak, kemudian rencana dari Lintas Timur dari Pasir Putih ke Sei Kijang. Itu alternatif yang kita rencanakan nanti," sambungnya.

Maka dari itu, Pemko nantinya akan berupaya meningkatkan pelayanan untuk penambahan rute dengan cara melakukan penambahan armada bus Trans Metro Pekanbaru.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Kepala Bidang Angkutan Dishub Pekanbaru, Sunarko, mengatakan, Pemko Pekanbaru memang merencanakan untuk membuka rute baru yang saaat ini belum terlayani angkutan bus TMP. terlebih lagi dikawasan- kawasan perumahan-perumahan yang baru dibangun. Kawasan-kawasan itu terdiri dari Kecamatan Tenayan Raya atau Kecamatan Tampan yang belum tersentuh sama sekali layanan angkutan bus TMP.

Sementara itu, Kepala UPT Pengelola Angkutan Perkotaan (PAP) Dishubkominfo Kota Pekanbaru Wisnu Harryanto, menyebut untuk mendukung sembilan unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) berukuran besar milik Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru, koridor I Pelita Pantai-Pandau Permai juga akan dibantu tiga unit bus TMP berukuran sedang.
    
Nantinya bakal tetap dikelola oleh PD Pembangunan, dengan dukungan tiga unit bus TMP diharapkan mampu mempersingkat jarak atau headway yang melayani para penumpang di koridor I.
    
http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
"Dengan adanya sembilan unit dan tiga unit, jarak tunggu bus satu dengan yang lain nanti tidak terlalu lama. Mudah-mudahan dengan banyaknya armada bus TMP tersebut, para penumpang juga merasa terlayani dengan baik," katanya.

Disinggung kapan sembilan unit bus bakal dioperasionalkan, Wisnu menjawab, kalau tidak ada halangan akan dioperasionalkan bulan Mei, menunggu SK dari walikota.
   
Begitu juga dengan 11 unit bus TMP ukuran besar yang mangkrak di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki juga akan diperbaiki menggunakan APBD Tahun 2016.
    
" Sebenarnya untuk yang 11 unit itu sudah kami anggarkan, Tapi karena ada rasionalisasi anggaran, makanya kami tunda terlebih dahulu dan kami prioritaskan untuk kegiatan yang lain," kata Wisnu.
    
Meski gagal dianggarkan di APBD Murni, pihaknya tetap akan mengusulkan kembali di APBDP agar 11 unit bus TMP ukuran besar bisa kembali beroperasi untuk melayani masyarakat Pekanbaru.(pku04)

PEKANBARU, RUMBAI - Pemerintah Kota Pekanbaru berencana akan menjadikan kawasan pinggiran sungai Siak, Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, sebagai salah satu ikon wisata di Pekanbaru. Kawasan tersebut akan disulap menjadi sebuah kawasan menarik dibumbui nilai historis atau tepatnya akan dibangun sebuah kota diatas air (Waterfron City). 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Walikota Pekanbaru, Dr.H.Firdaus mengatakan, rencana yang dimaksud saat ini masih dalam proses karena masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan. Diantaranya terkait tentang masalah pembebasan tanah begitu juga dengan aset masyarakat disekitar kawasan itu.

"Alhamduliah, rencana ini sudah kita mulai bersama RT, RW dan Lurah Kampung Bandar, nanti di kawasan ini akan dibangun sebuah venue wisata Pekanbaru. Menghadirkan taman-taman indah dan kota diatas air (Waterfron City)," kata Firdaus, saat silaturrahmi bersama masyarakat Lurah Kampung Bandar bertepatan dengan pelantikan Forum Komunikasi RT/RW dan Pemuda Remaja Masjid, belum lama ini.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Semua rencana itu, kata wako sudah memiliki kemajuan terhadap proses pembebasan beberapa aset masyarakat yang akan diambil alih Pemko. Seperti, rumah tradisonal yang dulunya merupakan tempat rumah singgah Sultan Siak saat melancong ke Pekanbaru, pemukiman penduduk atau sebuah blok kawasan kumuh disamping jembatan legton, maupun tanah warga yang berada sekitaran pinggir sungai.

"Destinasi kita, ingin menjadikan kawasan pinggiran sungai Siak ini menjadi salah satu icon wisata Pekanbaru. Apalagi Senapelan ini kan kental dengan nilai historisnya. Nanti akan dibangun juga masjid untuk wisatawan yang akan berkunjung," kata orang nomor satu di Pekanbaru itu.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Bicara kendala yang akan dihadapi nantinya, wako menyebut saat ini tinggal menunggu administrasi dari delapan Kepala Keluarga (KK) saja yang rumah atau lahannya akan dibebaskan. Selain itu semuanya sudah hampir menuju titik terang dan hanya tinggal melanjutkan. 

"Laporan ke RW yang saya terima Alhamdulilah 8 KK sudah setuju untuk dibebaskan, tinggal admistrasinya saja yang akan diurus. Kalau kendala, mungkin mencari ahli warisnya ya, karena anak-anak mereka sudah banyak yang tak tinggal disini. Namun itu semua sudah diselesaikan," kata Walikota lagi.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Ditanya, terkait bagaimana relokasi nanti bagi warga yang menetap untuk dipindahkan, Walikota yang berniat maju di periode berikutnya ini menjelaskan bahwa nantinya di sekitaran kawasan Kampung Bandar akan dibangun semacam Rumah Susun Sewa (Rusunawa) atau dibuatkan Rumah Susun Hak Milik (Rusunami).

"Inilah rencana kita bagi warga yang terimbas dalam pembangunan Waterfron City ini, nantinya akan dibuatkan Rusunawa untuk mereka. Tapi kalau mereka ingin jadikan hak milik, tentu akan kita sediakan juga Rumah Susun Hak Milik (Rusunami)," tandas dia.(pku04)

PEKANBARU, TAMPAN - Pemerintah Kota Pekanbaru terus berbenah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di berbagai kalangan. Hal itu dilakukan dengan berbagai program dalam mewujudkan Pekanbaru sebagai kota metropolitan yang madani. Di bawah kepemimpinan Walikota Pekanbaru, Firdaus ST MT banyak terobosan yang sudah dilakukan.

Salah satunya, yakni menaikkan level status Puskesmas Sidomulyo menjadi Rumah Sakit Tipe D yang dilaksanakan seiring berkembang pesatnya pembangunan di perkotaan Pekanbaru.

http://www.pekanbaru.riaucitizen.com/
Untuk mengimbanginya, dirasa perlu menyiapkan pelayanan kesehatan lebih memadai dan memandang Pemko Pekanbaru saat itu belum memilikinya. Artinya, masih sebatas Puskesmas rawat inap, pembantu, selebihnya merupakan milik pemerintah Provinsi Riau.

"Ini sangat bermanfaat untuk mendekatkan akses kesehatan masyarakat yang jauh dari perkotaan, sekaligus salah satu langkah menuju kemandirian di bidang kesehatan. Jadi, warga tak perlu khawatir memperoleh layanan kesehatan secara optimal. 

Ini juga bagian penting yang tak terpisahkan dari layanan kesehatan berbasis masyarakat," kata Walikota di lokasi puskesmas yang berada di Jalan Garuda, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan beberapa waktu lalu.

http://www.pekanbaru.riaucitizen.com/
Tak hanya dari segi fasilitas, seiring pelaksanaan kegiatan diresmikannya Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo itu, Walikota Firdaus kembali menggelontorkan terobosan perdana guna mendukung manajemen operasional agar bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan. 

Program tersebut adalah menerapkan Pola Pengelolaaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD), dengan memandang sektor pelayanan kesehatan yang merupakan wajah pemerintah dalam mengayomi dan melindungi masyarakat.

Pelayanan kesehatan yang baik, kata walikota, bukan hanya ditentukan dari kelengkapan fasilitas dan jumlah tenaga medis, melainkan sangat bergantung kepada sikap mental para tenaga medis saat melayani masyarakat yang butuh pertolongan di Puskesmas. 

http://www.pekanbaru.riaucitizen.com/
"Pelayanan yang ramah bagai sugesti bagi masyarakat yang menderita sakit untuk segera sembuh, keramahan juga obat sitawar dan sidingin bagi masyarakat yang sakit atau keluarga yang mendampingi pasien di rumah sakit. Maka kami harapkan seluruh dokter, perawat, maupun bidan, agar selalu memberikan yang terbaik dalam membantu masyarakat,"imbuh walikota. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Helda S. Munir menyampaikan, dengan diterapkannya Badan layanan Umum Daerah (BLUD) maka 20 Puskesmas di Pekanbaru harus memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam. Meski diakui untuk pelayanan kesehatan saat ini di Pekanbaru masih ada kendala yang harus dihadapi, salah satunya terkait SDM dan lainnya, terutama di kelas Poned dan rawat inap.? 

"Diberlakukannya PPK- BLUD, otomatis 20 puskemas sudah harus memberi pelayanan 24 jam, dana karotasi dari BPJS serta sumber lain bisa dikelola sendiri oleh Puskesmas yang bersangkutan,"sampai Helda.(pku04)

PEKANBARU, LIMA PULUH - Penerapan program Usaha Ekonomi Kelurahan Simpan Pinjam (UEK-SP) di Kota Pekanbaru menunjukkan dampak positif. Bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat, program ini merupakan wujud nyata upaya penanggulangan kemiskinan jika dikelola dengan baik.

Di Pekanbaru, pada 58 kelurahan yang ada, seluruhnya kini sudah memiliki UEK-SP. Bagi masyarakat kecil, UEK-SP di masing-masing tempat kini sudah menjadi tumpuan untuk mendorong perkembangan ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT memaparkan, kunci dari maksimalnya manfaat UEK-SP adalah dilakukan pengelolaan yang baik dan benar. 

”Ini merupakan upaya peningkatan ekonomi masyarakat, serta dapat menjadi peningkatan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik tentunya akan berjalan dengan lancar,’’ papar Wako.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Ia melanjutkan, dengan pengelolaan UEK-SP yang baik pula, program ini mampu meningkatkan usaha mikro kecil. ”Muaranya dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di mana UEK-SP itu berada,’’ imbuhnya.

UEK-SP pada hakikatnya merupakan program percepatan dalam rangka penanggulangan dan mengurangi jumlah penduduk miskin melalui dana simpan pinjam Rp500 juta untuk tiap kelurahan. 

Oleh karena itu, penanggulangan kemiskinan dengan menitikberatkan pada aspek pemberdayaan masyarakat sebagai pendekatan operasional, merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam merealisasikan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Realisasi UEK-SP dapat dilihat dari perluasan kesempatan dan peluang bagi orang miskin dalam kegiatan ekonomi produktif dan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan sumberdaya yang dimilikinya. Melalui UEK-SP juga, percepatan penanggulangan kemiskinan dapat terjadi melalui pengembangan ekonomi masyarakat.

Dalam penerapannya, UEK-SP berpihak pada masyarakat tidak mampu. Setiap kegiatan yang dilaksanakan, baik dalam proses maupun pemanfaatan hasil kegiatan, harus mempertimbangkan manfaat yang sebesar-  besarnya bagi kelompok masyarakat tidak mampu.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Wako mencontohkan, dari 58 kelurahan, UEK-SP Fajar Kehidupan memperoleh predikat terbaik nomor 1 atas usaha yang dilakukan oleh anggota serta koordinator UEK-SP. Ini terbukti dengan total pengembalian 99 persen. 

”Artinya total kepercayaan masyarakat semakin tinggi. Tentunya hal ini adalah prospek yang sangat bagus dalam kemandirian dan daya saing terutama dalam menghadapi MEA (Masyarakar Ekonomi ASEAN),’’ paparnya.(pku04)

PEKANBARU, TAMPAN - Walikota Pekanbaru Dr.H.Firdaus, mengajak warga di Kecamatan Tampan untuk senantiasa menjaga kebersihan dan bergotong royong. Diwujudkan dengan gerakan Tampan bersih yang merupakan program dari seluruh lapisan masyarakat Tampan menuju Pekanbaru Madani. 

http://www.riaucitizen.com/
Gerakan itu digelar dihalaman Masjid Al Maaruf, Jalan Sukakarya Tampan, Pekanbaru, berlangsung Minggu,(27/3), ditandai dengan pernyataan yang dituangkan dalam deklarasi dan ikrar. Menyatakan tekad untuk mensukseskan gerakan Tampan bersih, dibacakan Ketua LPM Kecamatan, Tampan, Awiskarni, didampingi seluruh RW dan RT yang tergabung dalam forum RW/RT Kecamatan Tampan. 

Dalam ikrar itu juga tertuang sikap menyatakan, seluruh masyarakat Tampan beserta seluruh organisasi kemasyarakatan dan pemuda selalu siap mensukseskan program Pemerintah Kota Pekanbaru. Diantaranya, menjadikan Pekanbaru aman, bersih, nyaman, sehat dan asri dalam konteks selalu peduli kebersihan lingkungan dan diri. 

Walikota Firdaus mengaku terharu dengan deklarasi dan ikrar yang dibacakan, ucapan terimakasih tak lupa pula disampaikan kepada seluruh tokoh dan masyarakat. Karena begitu antusias mengikuti kegiatan gerakan Tampan bersih yang dilaksanakan. Ia optimis, lingkungan akan aman, bersih, indah dan sehat, bila setiap diri dan keluarga menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 

"Pribadi yang sehat adalah sosok pribadi yang pintar, karena orang pintar ekonominya akan cendrung membaik. Atas nama Pemerintah kota Pekanbaru, walikota dan wakil mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menjadi pelopor gerakan hidup bersih," kata Firdaus. 

Ditambahkannya, seluruh masyarakat memiliki kewajiban untuk membersihkan lingkungan seperti, got, saluran air dan sekitarnya. Sehingga bila musim hujan datang bisa mengurangi dampak dari bencana banjir. Walikota berharap, gerakan dapat terus berlanjut dan masyarakatpun semakin sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan. 

Sementara itu, Ketua Panitia, H. Ridwan, dalam laporannya menyampaikan, antusias masyarakat mengikrarkan Gerakan Tampan Bersih, merupakan bentuk terimakasih kepada Walikota dan Wakil Walikota serta DPRD Kota Pekanbaru. Karena sudah banyak merealisasikan program pembangunan di wilayah Kecamatan Tampan. 

http://www.riaucitizen.com/
Untuk program Rumah Layak Huni dalam tiga tahun berjalan mendapat porsi sebanyak 91 unit, pembangunan Rumah Sakit Umum Pekanbaru juga direalisasikan di Kecamatan Tampan. Bidang pendidikan, Sekolah Menegah Kejuruan Teknologi juga dibagun di Tampan, begitu juga dengan peningkatan infra struktur jalan aspal dan jalan lingkungan juga sudah banyak direalisasikan. 

"Jalan Raya Simpang Tabek Gadang yang dulunya setiap musim hujan selalu terendam banjir, sekarang sudah teratasi, begitu juga terhadap sekolah dan rumah ibadah mendapat perhatian yang baik. Usaha kecil masyarakatpun sudah banyak yang mendapat manfaat dari program yang dikucurkan pemerintah. Maka tak berlebihan kalau masyarakat Tampan masih sangat berharap Pak Firdaus dan Ayat tetap memimpin Pekanbaru diperiode selanjutnya," kata Ridwan lantang disambut yel- yel dan teriakan ribuan masyarakat menyatakan setuju. 

Dalam kegiatan itu Walikota Firdaus juga menyerahkan peralatan kebersihan kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Forum RT/RW, disaksikan Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Wakil DPRD, Sigit Yuwono, dan anggota DPRD, Yurmi Elok, Zainal, dan Desy. Dihadiri pula sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kota Pekanbaru.(pku03)

PEKANBARU, PEKANBARU KOTA - Kota Pekanbaru selama empat tahun terakhir terus mengalami peningkatan di sektor pelayanan. Di antaranya dari sektor perdagangan, jasa dan industri. Khusus untuk sektor industri terbagi menjadi tiga yakni industri manufaktur, pariwisata dan industri ringan. Hal ini bertujuan agar investasi yang masuk ke Pekanbaru dapat memberikan multiplayer effect (efek berganda) bagi masyarakat.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Dengan semakin berkembangnya Kota Pekanbaru, diperlukan tata kelola pemerintahan yang baik. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memberikan kemudahan bagi investor yang akan berinvestasi mulai dari pelayanan hingga kemudahan memberikan izin.

Menggeliatnya Kota Pekanbaru yang membawa visi dan misi menuju kota metropolitan yang madani tak lepas dari peran pemerintah dan dukungan masyarakat sebagai kota pusat pertumbuhan ekonomi dan kota investasi paling prospektif di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Pekanbaru hingga akhir Desember 2014, nilai investasi di Kota Pekanbaru telah mencapai Rp4,093 triliun jauh melebihi pencapaian tahun 2013 yang hanya senilai Rp1,3 triliun.

Berbagai penghargaan sebagai kota investasi telah diterima Kota Pekanbaru. Pada 2014, Pekanbaru mendapat predikat bergengsi dengan dinobatkan menjadi kota tujuan investasi terbaik di Indonesia versi Majalah Sindo Weekly. Pada 2015 Pemko Pekanbaru kembali meraih prestasi membanggakan. Lembaga penelitian Sindo Weekly dan Reserch Indonesia yang bekerja sama dengan Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri kembali menetapkan Kota ini sebagai Kota Tujuan Investasi terbaik di Indonesia. Yang membanggakan lagi, pada 2015  juga,satu kategori penilaian lagi disabet oleh Pekanbaru yaitu Kota yang memiliki sistem tata Kelola Pemerintah Terbaik di Indonesia.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr Firdaus ST MT dengan penuh suka cita menyampaikan rasa syukur kepada Allah, dan berterima kasih kepada Sindo weekly serta jajaran DPD RI, Bappenas, dan Kementerian Dalam Negeri atas dua penghargaan yang bergengsi tersebut. ”Ini prestasi bersama, pemko, DPRD, pelaku usaha, serta masyarakat Kota Pekanbaru dari berbagai komponen. Di mana, dalam berurusan bisa terjalin komunikasi pelayanan yang baik dan lancar,” ujar Wako.

Dijelaskan Wako, keberuntungan serupa di Riau  tidak hanya Pekanbaru yang mendapat penghargaan dua kategori. Kabupaten Meranti juga mendapat dua penghargaan.

”Dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh The Boston Consulting Group, satu lembaga penelitian independen yang berkedudukan di Amerika Serikat, yang menyatakan bahwa Pekanbaru merupakan kota tujuan investigasi terbaik hingga 30 tahun ke  depan,” ungkap Wako.

Beberapa indikator yang dijadikan sebagai tolak ukur dalam menetapkan Pekanbaru sebagai kota tujuan investasi di Indonesia yakni melihat tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, jika 2011 pertumbuhan ekonomi hanya satu digit yaitu 9,56 persen, maka pada 2012 angka pertumbuhan tersebut menembus angka dua digit yakni 10,57 persen. 

“Angka ini jauh di atas pertumbuhan ekonomi Propinsi Riau, bahkan angka pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya berkisar antara 6 sampai 7 persen,” paparnya.(pku03)

PEKANBARU, LIMA PULUH - Kepemimpinan walikota dan wakil walikota, Firdaus dan Ayat Cahyadi, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berupaya mewujudkan kota metropolitan yang madani dengan memberdayakan masyarakat. Salah satunya melalui program Kampung Madani. 

Program ini difokuskan sebagai wadah komunikasi dan interaksi antara Pemko Pekanbaru dengan masyarakat. Melalui program ini, para pejabat berbaur dengan warga dalam berbagai kegiatan sosial. Warga pun dibebaskan menyampaikan aspirasinya. 

Hebatnya lagi, pustaka keliling juga dihadirkan di setiap lokasi kegiatan Kampung Madani. Ditambah lagi dengan berbagai perlombaan, seperti lomba masak dan lainnya dengan tujuan mempererat tali silaturahmi. 

"Warga bebas menanyakan berbagai hal serta menyampaikan aspirasi. Kami pun siap menjawab serta mencarikan solusinya," kata Walikota Firdaus dalam program Kampung Madani di Jalan Sumber Sari, Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Limapuluh, baru-baru ini. 

Program ini mulai dilaksanakan di tahun 2015 dan mendapat sambutan positif masyarakat. Buktinya, setiap kegiatan jumlah warga yang terlibat terus bertambah banyak. Contohnya di Kecamatan Limapuluh yang dihadiri ribuan warga. 

"Melalui program Kampung Madani, kita kembali memasyarakatkan gotong royong serta mengajak warga gemar membaca buku. Terutama bagi anak-anak," kata Firdaus. 

Firdaus juga berterima kasih pada warga yang terus mendukung program Kampung Madani. "Kita harap dengan adanya intraksi warga dengan pemimpin daerah, upaya kita mewujudkan kota metropolitan yang madani lebih cepat berhasil," katanya. 

Kesempatan juga ini dimanfaatkan Suparman, Ketua RW setempat. Ia mendesak Walikota Firdaus tidak ragu membangun Kota Pekanbaru karena seluruh masyarakat mendukung program yang dicanangkan Pemko Pekanbaru. 

Salah satunya, pembebasan lahan untuk membangun jalan menuju pusat perkantoran Pemko Pekanbaru di Tenayan Raya yang sedang dibangun. "Pak Wali jangan ragu melanjutkan pembangunan jalan itu," kata Suparman bersemangat. 

Camat Limapuluh, Akmal Wadi berharap Kampung Madani bisa memperkokoh persatuan warga dalam mendukung terwujudkan kota metropolitan yang madani. "Salah satu ciri kota madani adalah masyarakatnya disiplin, ramah, toleran, dan bergotong royong," katanya.(pku03)

BERITA RIAU, PEKANBARU - Program pembangunan kawasan perkotaan Pekansikawan yang disampaikan Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT tidaklah isapan jempol atau mimpi belaka, karena saat ini pengerjaan pembangunan jalan diperbatasan Kabupaten sekitar Pekanbaru yakni Siak, Kampar, dan Pelalawan tersebut sudah mulai dilaksanakan di kawasan jalan lingkar perbatasan Siak, Pelalawan dan di perbatasan Kampar. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Pengerjaan jalan lingkar luar tersebut adalah salah satu program strategis Pemko Pekanbaru dalam mewujudkan pengembangan kawasan Perkotaan Pekan Sikawan. 

“Kita tidak bermimpi, kita sudah memulai pembangunan jalan lngkar luar ini, sehingga seluruh kawasan di Kota Pekanbaru akan terbuka tidak ada lagi yang terisolasi, serta memberikan jangkauan transportasi yang cepat bagi masyarakat Kota pekanbaru maupun bagi masyarakat dikawasan perbatasan Pekanbaru,” kata Firdaus.

Dikatakannya, pembangunan jalan lingkar luar adalah kebutuhan Kota Pekanbaru secara khusus untuk sekian puluh tahun yang akan datang. Dan menjadi pengembangan kawasan strageis bagi provinsi Riau dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Pekanbaru khususnya, Riau pada umumnya, yang tentunya bertujuan meningkatkan perekonomian Nasional. 

“Mudah-mudahan dalam tahun 2016 ini jalan lingkar luar sudah rampung dan bisa digunakan. Dengan demikian pembangunan kawasan perkotaan sudah berjalan pula, tinggal lagi peningkatan pembangunan di bidang lainnya seperti transportasi, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan sektor lainnya,” terangnya.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Hingga kini realisasi pembangunan empat jalan lingkar luar di wilayah Pemerintah Kota Pekanbaru sudah sesuai dengan target tahun anggaran berjalan. Bahkan dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air mencatat angkanya rata-rata mencapai target diatas 40 persen.

"Di Jalan Okura lintas tol ‎Pekanbaru-Dumai yang ditargetkan akan dibangun sepanjang 14,5 km kini sudah terealisasi lebih dari 40 persen," ungkap Kadis PU Zulkifli Harun. 

Zulkifli menyebutkan, Pemerintah kota Pekanbaru telah menetapkan proses pembangunan empat ruas jalan lingkar luar dalam kurun dua tahun yakni tahun anggaran 2015 dan 2016. 

Untuk tahap pertama di tahun 2015 ‎pengerjaannya dimulai dari proses Konsolidasi tanah (KT) hingga pembukaan badan jalan dengan lebar yang ditentukan. 

"Hampir semua kini bentukan tanahnya sudah digeledor," singkatnya. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Diakuinya, untuk membangun dengan sistem KT ini bukan tidak ada kendala dilapangan, namun berkat kerjasama tim hingga kesadaran masyarakat khususnya pemilik lahan semua sejauh ini berjalan lancar. 

"Ini semua sangat menguntungkan semua pihak, pemerintah dan masyarakat sekitar," bebernya.

Karena dengan dibangunnya jalan lingkar luar pada empat titik ini maka daerah yang selama ini terisolasi bisa terbuka dan memiliki akses ke wilayah lain. Dengan demikian hasil pertanian bisa dipasarkan lebih dekat dan memiliki nilai jual. "Ekonomi diwilayah tersebut otomatis meningkat," sebut Zulkifli.

Sementara bagi pemerintah, ini akan memberikan akses baru mengurai kemacetan dan menghindarkan truk bertonase berat memasuki kota, sehingga berdampak pada perawatan kapasitas jalan.

"Kami optimis semua program pembangunan lingkar luar ini terealisasi sesuai target," tuturnya. 

Zulkifli merinci adapun empat titik lokasi pembangunan jalan lingkar luar berada pada pertama, Jalan Badak Lintas Timur yang panjangnya mencapai 3,6 km, lalu akses jalan Okura Lintas tol Pekanbaru-Dumai panjangnya 14,5 km, disisi lain ada Lintas Timur arah Kampar panjangnya 4,2 km dan terakhir bagian empat jalan Teluk Lembu ke Kawasan Industri Tenayan (KIT) termasuk ke lokasi perkantoran baru Pemko panjangnya 5,8 km.(pku03)

BERITA RIAU, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berupaya melakukan terobosan dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pendidikan berbasis masyarakat madani. Diharapkan dapat membentuk pembangunan karakter akhlak bagi anak didik sekolah di Kota Bertuah, Pekanbaru.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Tak tanggung- tangung, di bawah kepemimpinan Walikota Pekanbaru, Dr H Firdaus ST MT dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi Ssi, keinginan tersebut diwujudkan dengan melaksanakan pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Madani. Setara dengan pondok pesantren yang didirikan di Jalan Kasah, Marpoyan Damai, hal itu juga sekaligus sebagai langkah untuk menjawab minimnya Sumber Daya Alam yang dimiliki di Kota Pekanbaru.

"SMP Madani merupakan sekolah yang setara dengan pesantren, kurikulum yang dipakai direncanakan menggunakan kurikulum terpadu, artinya akan ditambah dengan muatan-muatan ilmu agama yang lebih padat. Hanya saja kami tidak menyebut pesantren, tapi lebih mengacu kepada SMP Madani, karena kurikulum SMP tetap digunakan penuh," kata walikota.

Pembangunan sarana dan prasarana sekolah dimaksudkan juga untuk meningkatkan daya tampung untuk memberi peluang semakin besar bagi anak usia sekolah. Lebih khusus, sekolah yang berdiri di atas tanah 2 hektar itu, juga untuk para hafiz, agar dapat membangun generasi muda berkhlak baik, mantap iman, baik ibadah, dan cerdas, dalam ilmu pengetahuan, serta teknologi.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Begitu jeniusnya pemikiran yang dicetuskan walikota Firdaus, tak heran bila mendapat apresiasi dari kalangan legislator DPRD Kota Pekanbaru. Salah satunya disampaikan Masni Ernawati, yang berharap agar SMP Madani tidak memilih atau membedakan siswa yang miskin dan menyandang disabilitas agar bisa bersekolah.

Dibangunnya SMP Madani melalui dana APBD Kota Pekanbaru secara multiyears, kata Masni, diharapkan juga bisa menjawab kebutuhan masyarakat yang berekonomi lemah agar terbantu dalam menyekolahkan anak-anaknya.

"Karena berapa banyak anak yang memiliki kemampuan, namun harus putus sekolah karena tidak ada biaya. Demikian pula terhadap anak yang cacat, harus disamakan, jangan dibeda-bedakan," katanya.

Tidak hanya itu, Masni juga beharap agar sekolah itu nantinya memiliki guru yang andal dengan tidak menyampingkan guru yang ada di Kota Pekanbaru. Inti dari sekolah pemerintah itu, bagaimana agar bermanfaat bagi masyarakat dan bisa bersaing dengan sekolah lain. Berdasarkan agenda yang sudah ditetapkan Badan Musyawarah (Banmus), paripurna Ranperda SMP Madani akan digelar pada tanggal 21 Maret mendatang.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal memastikan pekerjaan pembangunan SMP Madani dan SMK Teknologi sesuai progres dan target awal, sejauh ini untuk progres sudah mencapai 80 persen. Menurut dia, untuk mewujudkan hal itu tentu harus dengan rencana dan persiapan serius terutama dalam hal meningkatkan SDM guru, melalui pelatihan-pelatihan, sarana dan prasarana yang baik, fasilitas dan kualitas pendidikan.

"Untuk progres berdasarkan informasi yang kami terima sudah 80 persen, untuk penerimaan siswa baru kemungkinan untuk sementara akan ditumpangkan dahulu, karena masih ada yang harus diselesaikan," kata Abdul Jamal.(pku03)
Diberdayakan oleh Blogger.