PEKANBARU, TENAYAN RAYA - Pada tanggal 23 Juni 2018, Kota Pekanbaru merayakan hari jadinya yang ke 234 tahun. Bertepatan dengan hari jadinya, wali kota Pekanbaru Dr Firdaus MT meresmikan gedung perkantoran Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru yang berada di Tenayan Raya, Selasa (26/6/2018).

Tidak hanya melakukan peresmian, Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus MT juga sempat menjadi inspektur upacara pada HUT Kota Pekanbaru ke-234 tersebut.

"Alhamdulillah begitu banyak lapisan masyarakat yang hadir dalam upacara kali ini. Upacara juga berjalan lancar, ini awal yang baik untuk kita kedepannya," ujar Firdaus.

Pada saat menjadi inspektur upacara, Firdaus mengatakan bahwa komplek Perkantoran Tenayan Raya ini merupakan kado dari jajaran Pemko Pekanbaru untuk melakukan pelayanan masyarakat.

"Nantinya pelayanan kepada masyarakat lebih efektif. Karena semua pusat perizinan akan berpusat di Mall Pelayanan Publik di Kantor Sudirman. InsyaAllah 2019 Komplek Perkantoran Tenayan Raya maupun Mall Pelayanan Publik akan beroperasi efektif," lanjut Firdaus.

Dia juga mengakui bahwa, untuk beroperasinya komplek perkantoran itu memang molor dari jadwal. Tapi hal itu hanya karena permasalahan tekhnis saja

"Tahun ini lima gedung lainnya akan dikerjakan karena sudah dianggarkan. Insya Allah 2019 akan efektif dioperasikan," lanjut Firdaus

Wali kota sendiri juga menekankan bahwa adanya fasilitas ‘combo’ dari kartu smartcard bukan hanya untuk kalangan ASN saja. Kartu itu juga menjadi role model nasional ini banyak memiliki manfaat, sehingga diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Pekanbaru.

"Kartu ini selain untuk menjadi tabungan juga berfungsi sebagai uang elektrik dan banyak manfaat lainnya. Bukan untuk naik transmetro saja atau absensi ASN saja, ada juga untuk absensi peserta didik disekolah dan juga bisa bayar tol di Jakartha, jadi diharapkan masyarakat juga mengurusnya," papar Firdaus.

Dia juga memaparkan tentang program pemekaran kota dan tujuannya. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, Pemko Pekanbaru pada tahun 2015 lalu telah membangun komplek perkantoran wali kota Pekanbaru di Kecamatan Tenayan Raya.

Adapun pertimbangan pemerintah untum menjadikan Kecamatan Tenayan Raya sebagai pusat perkantoran, karena wilayah tersebut lebih strategis di banding dengan kecamatan lain di Pekanbaru. Maka dari itu, di tetapkanlah komplek perkantoran baru di bangun di kecamatan tersebut.

Ditambahkan Firdaus, diarahkannya komplek perkantoran pemerintah di Tenayan Raya, juga sudah di sesuaikan dengan Rencana Rata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Pekanbaru.

"Dari evaluasi kita dibandingkan dengan kecamatan rumbai, peluang yang strategis itu ya di tenayan," ucap Firdaus..

Dengan dialihkan perkantoran tersebut ke Tenayan Raya, arah pembangunan kota nantinya bisa nantinya berpusat di kecamatan itu. 

"Meskipun ada keluhan daerah Tenayan Raya yang relatif jauh, hal itu tidak akan jadi masalah bagi masyarakat yang akan berurusan ke kantor pemerintahan nantinya, karena bisa di tanggulangi dengan transportasi,” imbuhnya.

Firdaus kembali menambahkan, sepanjang jalan menuju komplek perkantoran akan tersedia transportasi. Dan tentunya akan memudahkan masyarakat menjangkau lokasi kantor walikota yg baru.

Kondisi yang sama menurutnya juga berlaku jika kantor pemerintahan berada di Kecamatan Rumbai atau Rumbai Pesisir.
Guna merealisasikan pembangunan komplek perkantoran pemerintah kota yang baru, dalam APBD 2013 di alokasikan dana ganti rugi lahan sebesar 50 miliar untuk lahan seluas 150 hektar.


BPN sendiri juga telah melakukan peninjauan ke lokasi untuk menerbitkan rekomendasi cocok atau tidaknya lahan bersangkutan dijadikan perkantoran.

Perkembangan komplek perkantoran di Tenayan Raya ini juga sudah hampir tuntas dan segera di tempati. Bahkan Ground breaking atau pemancangan bangunannya saat ini secara simbolis sudah diresmikan oleh Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus MT.

Wali kota melanjutkan, pembangunan harus juga beriringan dan sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa ini, yakni membangun jiwa dan membangun badannya.

Di akhir acaranya, wali kota Pekanbaru juga mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana hari jadi Kota Pekanbaru. Tidak hanya itu, dia juga berterima kasih karena berkesempatan menjadi pemimpin upacara hari jadi Kota Pekanbaru dan bertepatan hari pertamanya dia kembali beraktifitas.

"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Pekanbaru yang telah menghadiri dan meramaikan upacara hari jadi kota pekanbaru," tutupnya. (kom/adv06)

PEKANBARU, SUKAJADI - Masalah kebersihan, tidak akan pernah selesai jika masyarakat dan pemerintah tidak pernah membentuk komitmen untuk bersinergi. 

Bersempena Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018, Plt Wali Kota Pekanbaru menggelar kampanye di area car free day jalan Gajahmada Pekanbaru. Ratusan orang yang memadati car free day menyaksikan pencangan tiga bulan Kota Pekanbaru bersih dari sampah. 

"Mari kita mulai dari rumah kita sendiri mengolah sampah menjaga kebersihan. Dengan begitu kota kita akan bersih, asri dan nyaman,"ungkap Plt Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi dilokasi acari. 


Kota Pekanbaru memperingati HPSN dengan cara berbeda, tidak hanya satu hari saja, tetapi diperingati selama tiga bulan, sebagaimana Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SE.1/MenLHK/PSLB3/PLB.0/1/2018 tentang Kerja Bersama untuk Peningkatan Penanganan Sampah dalam Rangka Hari Peduli Sampah 2018, yang berlangsung mulai tanggal 21 Januari hingga 21 April 2018. 

Selain berkampanye, pada peringatan HPSN ini juga dilaksanakan berbagai kegiatan, yaitu senam sehat, Coaching Clinic (Komposting dan Biopori, Bank Sampah), penukaran sampah dengan bibit tanaman, Operasi Tangkap Tangan (OTT) Peduli Sampah berhadiah bagi yang membuang sampah dengan kesadarannya, Aksi Pungut Sampah, Atraksi Sekolah Adiwiyata bertema lingkungan, pameran produk-produk yang berasal dari sampah seperti kompos, kerajinan daur ulang, adibusana daur ulang dan foto booth serta penandatangan komitmen semua yang hadir tentang kepedulian terhadap sampah. 

Ia juga berharap, partisipasi dan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya serta sesuai dengan waktu yang telah di Perdakan."Selama ini ketaaan waktu membuang sampah pada tempat dan jamnya kurang dipahami oleh masyarakat," sambungnya. 

Dengan terciptanya kesadaran bersama antara masyarakat dan Pemerintah, kata Ayat, dirinya yakin apa yang dinginkan akan tercapai. "Kemaren Pemerintah bersama masyarakat berkomitmen untuk menjaga kebersihan kota di area CFD, itu yang harus kita implementasikan,"katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Pekanbaru Zulfikri dalam sambutannya juga mengatakan, persoalan sampah merupakan permasalahan serius yang dihadapi pemerintah saat ini, sehingga pemerintah menerbitkan regulasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, serta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2013 tentang Sampah Rumah Tangga, dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. 

"Dalam Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan Nasional Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga, maupun berbagai kegiatan lainnya seperti pengembangan bank sampah, sampah menjadi energi, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya," ujarnya. 

Untuk itu, Zilfikri mengajak masyarakat kota Pekabaru untuk peduli dengan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu, kebersihan tetap terjaga dan yang diuntungkan adalah masyarakat itu sendiri. 

"Kita juga selalu ingatkan warga soal sampah yang bisa ancaman untuk kesehatan. Karena itu kita budayakan buang sampah pada tempatnya," pungkasnya. 

Tak Lama berselang, DLHK langsung membuktikan komitmen dengan aksi selama tiga bulan membersihkan Pasar Pagi Arengka. 

Sekretaris DLHK Pekanbaru, Elmawati menyatakan bahwa pihaknya melakukan aksi bersih sampah di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru. 

Kegiatan aksi bersih sampah itu adalah upaya Pemerintah Pekanbaru untuk mewujudkan tiga bulan Pekanbaru bebas sampah yang dicanangkan pada minggu lalu oleh Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi. 

"Benar, beberapa waktu lalu kita bersama akan melakukan aksi bersih sampah di Pasar Pagi Arengka, disini kita bakal mnegajak masyarakat untuk mau memilih sampah mereka sendiri dan membuangnya pada tampat yang telah disiapkan," jelas Zulfikri melalui sekretarisnya, Elmawati. 

Aksi bersih pasar ini akan dilakukan mulai dari pukul 09.00 pagi sampai pukul 10.00. Semoga dengan upaya ini dapat menggugah kesadaran pedagang untuk peduli dengan sampah mereka sendiri. 

"Karena sampah bukan hanya untuk dibuang saja, tapi juga sampah punya nilai ekonomis. Dengan adanya aksi ini mereka bisa melakukan daur ulang terhadap sampah mereka sendiri," singkatnya.

Sebagai informasi tambahan, Kota Pekanbaru memperingati HPSN dengan cara berbeda, tidak hanya satu hari saja, tetapi diperingati selama tiga bulan, sebagaimana Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SE.1/MenLHK/PSLB3/PLB.0/1/2018 tentang Kerja Bersama untuk Peningkatan Penanganan Sampah dalam Rangka Hari Peduli Sampah 2018, yang berlangsung mulai tanggal 21 Januari hingga 21 April 2018.(kominfo/adv03)

PEKANBARU, TAMPAN - Pekanbaru akhirnya memiliki rumah sakit pertama yang dibangun oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Perkenalkan, Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Kota Pekanbaru, rumah sakit hasil buah tangan Walikota pekanbaru yang sudah resmi mulai beroperasi sejak tanggal 26 Januari 2018.

Peresmian dilakukan langsung oleh Walikota Pekanbaru, Firdaus. Dalam peresmian tersebut, ditandai dengan penyerahan SK kepada dr Dian Astuti yang ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSD Madani Kota Pekanbaru.


Firdaus, mengatakan RSD Madani Kota Pekanbaru akan membantu pelayanan kesehatan masyarakat. Terutama rumah sakit rujukan

"Pekanbaru sudah cukup rumah sakit dan sangat cukup dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada. Namun secara tugas pemerintah belum punya rumah sakit rujukan untuk membantu tugas pokok dalam memberikan pelayanan kesehatan," ujarnya.

Firdaus juga menerangkan, keberadaan RSD Madani Kota Pekanbaru juga untuk mengurangi beban dari dari RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

"Masyarakat Pekanbaru telah lama menanti Rumah Sakit ini. Selama ini, RSUD Arifin Achmad tidak mampu menampung pasien-pasien yang sebagian besar merupakan pasien dari Kota Pekanbaru. Untuk meringankan beban RSUD Arifin Ahmad," tuturnya.

Selain itu, Firdaus juga menerangkan untuk saat ini pelayanan yang ada di RSD Madani Kota Pekanbaru juga belum dipungut biaya, terutama bagi masyarakat ber-KTP Kota Pekanbaru.

"Untuk saat ini gratis bagi yang ada KTP Pekanbaru, sementara yang disekitarnya seperti jarak 1 kilometer juga kita gratiskan karena kan posisi kita (RSD Madani, red) diapit," ujar Firdaus.

Di samping itu, Firdaus menyatakan bahwa Pemko Pekanbaru akan menjadikan RSD Madani sebagai Rumah Sakit yang Ramah atau lebih dikenal dengan istilah green hospital. Ramah secara lingkungan dan ramah secara pelayanan dan fasilitas. 

Konsep Green Hospital ini pernah ia laporkan kepada Menteri Kesehatan RI pada tahun 2013. Menteri Kesehatan RI saat itu sangat mengapresiasi langkah beliau dalam mengembangkan konsep Green Hospital. Firdaus bahkan mengatakan bahwa Menteri kesehatan meminta dibuatkan prototype dan dijadikan model ke daerah lainnya. 

"Kata Ibu Menkes, konsep green hospital bukan saja bangunannya, tapi juga manajemen dan pelayanan. Dan apa yang ibu Menkes sarankan, kita realisasikan sekarang ini," kata Firdaus. 

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSD Madani Kota Pekanbaru, dr Dian Astuti menerangkan ssaat ini RSD Madani Kota Pekanbaru memiliki 91 tenaga medis. Sebanyak 91 tenaga medis tersebut terdiri atas beberapa tenaga medis. Seperti 21 orang dokter spesialis, 9 orang dokter umum, 3 orang dokter gigi, 27 orang perawat, 3 orang asisten dokter gigi, 11 orang bidan, 3 orang ahli gizi, 2 orang analis, 1 orang apoteker, 1 orang asisten apoteker, 1 orang fisioterapis, 1 orang rekam medic, serta 8 orang manajeman.

Kepada awak media, Dian Astuti yang juga menjabat sebagai Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tersebut menjelaskan saat ini RSD Madani Kota Pekanbaru tergolong ke dalam rumah sakit tipe C.

"Sesuai dengan standar tipe C, jumlah tempat tidur pasien sementara ada 104 tempat tidur. Sementara kita masih mengoperasionalkan gedung A yang terdiri dari UGD dan poli spesialis," ujar Dian.

Sementara menurut Bustami, Ketua RT di Perumahan Gading Panam. Menurutnya, rumah sakit ini sangat membantu warganya dalam mendapatkan fasilitas kesehatan.

''Kalau rumah sakit swasta mahal. Kalau dibawa ke RSUD Arifin Achmad terlalu jauh dan terkadang harus menunggu. Pokoknya susahlah. Makanya dengan adanya RSD Madani ini kami sangat terbantu,'' kata Bustami.

Untuk tahap awal ini pelayanan kesehatan di RSD Madani ini akan digratiskan. Selain menggratiskan pelayanan kesehatan pada tahap awal ini, Firdaus juga menyatakan bahwa ke depannya RSD Madani dapat menerima rujukan pasien dari kabupaten/kota lainnya. Dengan pertimbangan RS pemerintah lainnya tidak mampu mengcover pasien. 

Seperti yang diketahui, Rumah Sakit Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Kota Pekanbaru telah menelan biaya pembangunan hingga Rp72 miliar.

Seperti yang diterangkan oleh Azwan selaku Ketua Tim Percepatan Operasional RSD Madani Kota Pekanbaru, biaya Rp72 miliar tersebut terdiri atas dua kali tahap pembangunan.

Pada tahap pertama dengan kontrak multiyears, biaya yang dihabiskan untuk membangun ada sebesar Rp66 miliar lebih.

"Pembangunan tahap pertama itu kontrak multiyears, dari tahun 2014 hingga tahun 2016. Total biayanya lebih dari Rp66 miliar. Terdiri dari pembangunan 6 gedung dari 10 yang direncanakan," ujar Azwan.

Sementara untuk pembangungan tahap kedua, Azwan menjelaskan total biaya yang dihabiskan ialah lebih kurang sebesar Rp6 miliar.

"Tahap kedua kontraknya tahun tunggal di tahun 2016. Total biaya lebih kurang Rp 6 miliar. Menghasilkan dua gedung," tuturnya.

Azwan menambahkan, untuk melengkapi agar pembangunan RSD Madani Kota Pekanbaru mencapai 100 persen, timnya telah memasukkan nilai anggaran untuk pembangunan tahap ketiga.

"Sudah dianggarkan Rp16 miliar tahun ini, akhir tahun ini seluruh RSD Madani Kota Pekanbaru sudah beroperasi," tegas Azwan.(kominfo/adv02)

PEKANBARU, TENAYAN RAYA - 24 orang Walikota se-Sumatera yang menghadiri kegiatan Musyawarah Komisariat Wilayah I Regional Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia (MUSKOMWIL I APEKSI), memuji pembangunan pesat Kota Pekanbaru, terutama di bawah kepemimpinan Walikota Firdaus.

Salah satu yang memuji ialah Airin Rachmi, Walikota Tangerang Selatan yang juga merupakan Ketua Umum APEKSI. Airin bahkan secara blak-blakan menyampaikan pujiannya saat berada di Pekanbaru selama beberapa hari kemarin.


Selain memuji, walikota berparas cantik ini bahkan tidak sungkan mengatakan akan meniru inovasi perkembangan Kota Pekanbaru yang diterapkan oleh Walikota Firdaus. Salah satu inovasi perkembangan Kota Pekanbaru yang akan diadopsinya ialah salah satunya penerapan smart card.

"Saya sangat kagum dengan inovasi yang dibuat Pak Firdaus untuk memajukan Kota Pekanbaru dalam hal pelayanan dengan adanya smart card. Ada kemungkinan kami (Tangerang Selatan) akan mencontohnya, karena smart card ini sangat menarik dalam penggunaannya. Apalagi dengan adanya kartu ini, masyarakat merasa dimudahkan," ujar Airin.

Selain salut melihat perkembangan Kota Pekanbaru yang sudah mulai menggunakan pelayanan kepemerintahan dan masyarakat yang berbasis non tunai (smart card), Airin juga mengatakan kesalutannya melihat tatanan Kota Pekanbaru yang tidak hanya berpusat pada satu daerah saja.

"Salut buat Pak Wali, saat ini pembangunan Kota Pekanbaru mulai menyebar ke wilayah baru, tidak hanya berpusat pada kepadatan disatu wilayah saja. Pemerataan pembangunan juga ditunjukkan dengan membuka pengembangan wilayah baru, salah satunya di Tenayan Raya. Semoga ini bisa terus dilanjutkan dan menjadi contoh buat kota lain terutama bagi kami (Tangerang Selatan)," tutur Airin.

Selain Walikota Tangerang Selatan, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah juga tak luput memberikan pujian atas perkembangan Kota Pekanbaru saat ini.

"Saya pribadi merasa kagum saat dapat melihat tatanan kota Pekanbaru yang bisa dibilang bersih dan rapi. Pekanbaru juga saat ini pembangunannya sangat pesat. Sebagai contoh pembangunan perkantoran di kawasan Tenayan Raya yang bisa kita lihat pembangunannya," terang Mahyeldi.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komwil APEKSI Regional I se- Sumatera periode 2015-2018 itu juga mengatakan, posisi geografis Pekanbaru yang strategis dipadukan dengan program-program modernisasi yang dijalankan oleh Walikota Firdaus, membuat Pekanbaru menjadi sangat cepat berkembang.

"Seperti yang kita ketahui Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru posisinya sangat strategis. Geografisnya sangat dekat dengan negara tetangga. Banyak sektor unggulan yang bisa digerakkan Pak Firdaus, diantaranya sektor perdagangan, jasa dan industri," terang Mahyeldi.

Mahyeldi turut memberikan pujian kepada Pemko Pekanbaru. Terkhususnya Walikota Pekanbaru yang dianggapnya telah berhasil menjadikan Kota Pekanbaru kota yang smart city. Salah satu keberhasilan tersebut ditandai dengan keberhasilan Pemko Pekanbaru mengelola serta menerapkan pelayanan publik berbasis IT.

"Selogan Pekanbaru Smart City Madani tidak hanya sekedar selogan, tapi Pekanbaru benar-benar telah menjadi kota pintar (smart city) yang telah menerapkan kepada masyarakatnya. Apa yang telah diterapkan oleh Pak Firdaus patut kita contoh," ujar Mahyeldi.

Seperti yang diketahui, sejak tanggal 1 Februari hingga 3 Februari 2018 lalu, walikota se-Sumatera turut hadir dalam pelaksanaan Muskomwil I APEKSI yang digelar di Pekanbaru.

Berbagai kegiatan diikuti oleh seluruh walikota yang hadir, dimana tempat penyelenggaraan berada di beberapa titik Kota Pekanbaru. Diantaranya welcome dinner di Rumah Singgah Tuan Qadi, penanaman pohon di kawasan perkantoran Walikota Pekanbaru yang terletak Tenayan Raya, pawai budaya di Jalan Gajah Mada, serta City Expo yang digelar di Jalan Cut Nyak Dien.

Seperti yang diketahui, Walikota Pekanbaru, Firdaus, terpilih sebagai Ketua APEKSI Wilayah I di Pulau Sumatera. Firdaus terpilih secara aklamasi saat diadakan sidang pleno yang digekar di Hotel Aryaduta Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Jum’at (02/02/2018) siang. Dengan jabatan ini, Firdaus akan menjabat sebagai Ketua Apeksi selama tiga tahun kedepan, tepatnya di tahun 2018-2020.(kominfo/adv01)

PEKANBARU, SUKAJADI - Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mengupayakan dan  memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimilikinya.

http://www.beritapekanbaru.com/
Hal ini perlu dilakukan agar ada terwujudnya pemerintahan yang bersih. Bahkan, Pemko Pekanbaru sendiri terus mengevaluasi Aparatur Sipil Negera (ASN) yang kinerjanya dibawah standar atau tidak disiplin.

Maka dalam hal ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pekanbaru, terus mengawasi pegawai yang tidak disipilin dalam mengerjakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pegawai dan melayani masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) BKD Kota Pekanbaru Muhammad Jamil, saat ini terus berupaya memberikan perhatian khusus untuk bawahannya, agar mereka menjadi disiplin dalam menjalankan tugasnya.

"Ini merupakan upaya kita untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan disiplin dari pegawai," kata dia.

http://www.beritapekanbaru.com/
Menurut Jamil, untuk bisa  mengoptimalkan serta memantau kinerja para ASN itu, setidaknya perlu dilakukan kunjungan ke masing-masing OPD dilingkungan Pemko Pekanbaru.

Dari hasil tersebut, akan menjadi bahan evaluasi bagi BKD untuk mengevaluasi kinerja dari ASN yang ada saat ini. Dan hal itu nantinya akan dikordinasikan kepada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dengan adanya koordinasi itu, disetiap pimpinan OPD bisa membuat semacam motivasi kepada pegawai untuk meningkatkan prestasi kerja.

"Jika sudah dilakukan pemantauan tapi masih ada mendapatkan ASN yang tidak mengerjakan tugasnya dengan baik, tentu akan segera diberikan sanksi yang tegas kepada mereka," lanjutnya.

http://www.beritapekanbaru.com/
Adapun sanksi yang dimaksud oleh Jamil adalah, sanksi berupa peringatan hingga yang terberat adalah pemberhentian. Pemko sendiri untuk meningkatkan kesejahteraan para ASN harus diimbangi dengan sikap yang professional dari para pegawai.

Masih menurut Jamil, pemerintah bisa menjalankan tugasnya apabila masyarakatnya sudah terlayani dengan baik.

"Hal ini nantinya akan membuat masyarakat lebih mudah dirangkul pemerintah untuk membangun Kota Pekanbaru menjadi lebih baik lagi untuk ke depan," terang Jamil.

Disamping itu, pihaknya juga rajin untuk mengirim para ASN untuk bisa mengikuti pendidikan dan latihan kepemimpihan yang rutin dilakukan oleh pemerintah.(Adv/BKD/Diskominfo)

PEKANBARU, SAIL - Pekanbaru setiap tahun tidak terlepas dari yang namanya banjir. Butuh langkah-langkah konkrit untuk bisa mengatasi banjir yang terjadi di Kota Bertuah iti.

Penanganan banjir sendiri menjadi persoalan yang serius bagi Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru. Selain itu, untuk bisa menangani banjir itu, butuh proses secara bertahap untuk menanggulanginya.

Terkait itu, Sekretaris Dinas PUPR Kota Pekanbaru. Saat mengatakan Langkah yang akan diambil oleh pihaknya untuk  mengatasi banjir di Pekanbaru adalah pembenahan diseputar di Jalan Arifin Ahmad.

"Untuk mengatasi banjir ini memang perlu bertahap dan tidak bisa sekaligus mengatasinya," ujar pria yang baru menjabat sebagai Sekretaris Dinas PUPR tersebut.

Dikatakan dia, diseputaran jalan tersebut terjadi banjir karena adanya alih fungsi lahan untuk dibangun ruko. Bahkan ruko tersebut juga menutup saluran air.

"Padahal sebelum terjadi pembangunan ruko, saluran airnya sudah bagus. Tapi kita ada solusinya dan kita akan buat crossing-crossing dari Arifin ke Jalan Paus," ujarnya.

Sama dengan jalan Arifin Ahmad, pihaknya juga masih ada masalah di Jalan Paus. Masalah yang ada pada jalan tersebut adalah sama dengan jalan Arifin Ahmad yakni banyak ditutupnya drainase dengan halaman ruko.

"Sehingga drainase yang ada dipinggir jalan harus dibongkar, karena banyak yang ditutup. Kita juga membuatkan desain tersendiri karena jalan itu bukan wilayah kota," jelas Saat.

Pembenahan di jalan tersebut memang menjadi hal yang diprioritaskan oleh Pihaknya. Terlebih lagi dijalan itu banyak tempat makan atau cafe dan memang perlu dilakukan penataan. Jika hal ini terealisasi, maka Jalan Arifin Ahmad akan jadi ikon Kota Pekanbaru.

"Meski demikian masih banyak pemilik gedung yang memahami aturan ketika mereka akan membangun bangunan dengan cara minta izin ke provinsi," jelasnya.

Sehingga, jika itu telah dilakukan oleh pemilik makan tinggal dilakukan realisasinya dilapangan. Terlebih lagi hal itu juga harus dibahas dengan dengan pejabat setempat seperti RT atau RW. 

Maka dari itu, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk bisa menerapkan peraturan yang berlaku. Pihaknya akan merealisasikan hal itu karena adanya pertimbangan jalan provinsi dan nasional.

Disisi lain, Dinas PUPR Pekanbaru kedepannya dan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat akan diberi papan nama jalan apakah jalan tersebut kategori jalan nasional atau jalan provinsi.(Adv-Sekretariat/Diskominfo Kota Pekanbaru)

PEKANBARU, SUKAJADI - Keberadaan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Pekanbaru memang menjadi hal yang baru dalam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Pekanbaru. Sejalan dengan itu, OPD yang terbentuk pada awal tahun 2017 ini, diharapkan mampu menjadi penggerak visi dan misi kota Pekanbaru.

“Meski OPD baru, Kita siap untuk mewujudkan visi dan misi Kota Pekanbaru. Selain itu, OPD Balitbang ini sendiri juga dibentuk untuk membuat rekomendasi kebijakan yang berkualitas,” kata Sekretaris Balitbang Kota Pekanbaru Hendra.

Hendra menambahkan, keberadaan Balitbang bagi Pemerintah Kota Pekanbaru mempunyai peran yang sangat strategis. Diantaranya adalah sebagai input untuk proses penyusunan kebijakan strategis daerah kedepan.

Selain itu, pihaknya juga memberikan input dan penilaian terhadap hasil pelaksanaan program kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi dan acuan untuk program yang direncanakan untuk kedepannya.

“Selain peran, kita juga punya tugas pokok dan fungsi Balitbang Kota Pekanbaru yakni menyusun dan melaksanakan kebijakan teknis, rencana dan program kelitbangan pemerintahan,” paparnya.

Balitbang Kota Pekanbaru sendiri juga menjalankan program tentang pengkajian kebijakan lingkup urusan pemerintahan serta melaksanaka fasilitasi dan melakukan inovasi daerah. Tidak sampai disitu saja, Balitbang Kota Pekanbau juga melakukan pemantauan, evaluasi dan pelaporan atas pelaksanaan kelitbangan, melakukan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kelitbangan di pemerintahan.

“Tugas kita di Litbang tidak hanya disitu saja, kita juga harus memastikan tersusunnya kebijakan dan atau regulasi berbasis hasil kelitbangan. Di Litbang sendiri, kita juga memberikan rekomendasi regulasi dan kebijakan kepada wali kota untuk program yang dirancang,” lanjut Hendra lagi.

Tidak hanya menjalakan rekomendasi kepada pemerintah, Litbang Kota Pekanbaru juga bertugas mengeluarkan rekomendasi untuk penerbitan izin penelitian bagi Warga Negara Indonesia (WNI) serta meminta laporan atas hasil penelitian yang dilaksanakan.

Tidak hanya untuk WNI saja, Balitbang Kota Pekanbaru juga mengeluarkan rekomendasi bagi warga negara asing untuk diterbitkan izin penelitian oleh instansi terkait, melakukan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, mengevaluasi rencana kerja pembangunan daerah dan APBD.(Adv-Sekretariat/Diskominfo Kota Pekanbaru).

PEKANBARU, TAMPAN - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru beberapa waktu lalu mengikuti konferensi pers bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati. Dalam konferensi pers itu,  ada enak kota lainnya yang mengikuti kegiatan serupa.

Keenam kota lainnya yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Kota Bandung, Kota Makassar, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Tangerang dan Kota Sidoarjo. Ketujuh daerah yang mengikuti konfrensi pers bersama Menkeu itu diwakili oleh masing-masing wali kota.

Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru M Noer membenarkan hal tersebut. Bersama Menkeu, Pemko Pekanbaru menyampai beberapa program untuk membangun percepatan di daerah-daerah.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru M Noer
“Kemarin kota-kota yang dibawah program khusus Kementerian Keuangan dan dalam rangka percepatan kebutuhan mendesak dari daerah-daerah, maka dipanggillah tujuh kota, yakni surabaya,, bandung, makassar, Pekanbaru, Semarang, Sidoarjo dan Tanggerang,” kata Sekda M Noer.

M Noer juga menjelaskan, saat itu Pemko Pekanbaru juga ditanya tentang permasalah apa saja yang menjadi kendala saat ini serta apa yang diharapkan dan tindak lanjut kedepannya.

“Jadi semua daerah menyampaikan semua permasalahan termasuk kendala-kendala  dan karena situasi keuangan negara, membuat program yang sudah direncanakan terganggu dan menjadi tertunda,” tambah M Noer.

Selain itu, menteri sendiri juga menjamin program yang direncanakan oleh tujuh kota tersebut akan menjadi prioritas. Untuk kota Pekanbaru, program yang diminta waktu itu adalah pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk mencukupi penyaluran air ke rumah tangga di Pekanbaru.

“Dari jumlah penduduk Pekanbaru sebanyak 1,1 juta jiwa, jumlah rumah tangga yang dapat penyaluran masih dibawah 10 persen. Sekarang ini bagaimana PDAM kita melalui program SPAM ini dapat terlaksana untuk air bersih,” tambah mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
(Disdukcapil) Kota Pekanbaru tersebut.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Selain program SPAM, Pemko Pekanbaru juga meminta satu program tambahan yang dibiayai oleh pemerintah pusat. Program tersebut yakni pembangunan jembatan siak V, yang menghubungankan jalan ring road dengan jalur trans sumatra dan koneksi langsung dengan tol Pekanbaru-Dumai.

“Oleh menteri, pihaknya menanggapi hal tersebut dan secara positif dipersilahkan untuk ditindaklanjuti dan memberikan secara prioritas,” papar M Noer.

Untuk pembangunan jembatan tersebut, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum akan turun langsung untuk menindaklanjuti rencana program tersebut. Salah satunya adalah berapa anggaran untuk pembangunan tersebut.

“Kita sudah hitung dan jika tertampung oleh pemerintah pusat dan hal tersebut sesuai dengan harapan wali kota dan wakil wali kota terpilih,” lanjutnya lagi

Pemko Pekanbaru juga berharap agar program tersebut pembiayaannya bisa dilakukan oleh pemerintah pusat atau Pemerintah Provinsi Riau. “Tetapi jika tidak bisa, kota akan mengambil alih pembangunannya. Karena itu merupakan pembangunan yang sangat dibutuhkan dan menunjang pembangunan daerah kita kedepannya,” tutup M Noer.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Erizal
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Erizal menambahkan, Jembatan Siak V ini memang sudah lama direncanakan. Bahkan, untuk perencanaan pembangunannya, sudah ada Detail Engineering Design (DED), izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga master plan jembatan tersebut juga sudah ada.

"Sekarang ini tinggal pelaksanaan. Pelaksanaan kewenangan APBN atau Pemprov. Posisi jembatannya itu berada dekat dengan PLTU Tenayan Raya dan ujungnya ketemu di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Okura," jelas Erizal.

Untuk panjangnya sendiri, jembatan Siak V sepanjang 1350 M. Jembatan yang direncanakan pada tahun 2011 lalu tersebut sudah tidak ada kendala, termasuk soal lahan.

"Insya Allah pembangunannya paling lama tahun 2019 mendatang dan 2018 akan diusulkan biaya sebesar Rp 400 M lebih. Jika jembatan itu selesai, maka akan dapat efisiesni waktu, jarak, biaya serta
mengurangi kemacetan di kota. Dengan adanya Siak V ini juga akan ada perekonomian masyarakat naik. Karena banyak yang bisa dibuat nantinya," ucap Erizal.

Sebagaimana diketahui, bersama tujuh kota, Menkeu Sri Mulyani Indrawati melakukan konferensi pers. Kegiatan tersebut membahas sinkronisasi dan sinergi kebijakan penyediaan infrastruktur, antara
pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menkeu sendiri juga menyampaikan dukungan pelaksanaan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) oleh pemerintah daerah.

Saat ini, Pemerintah Pusat tengah mendorong penggunaan KPBU sebagaiskema pembiayaan dalam penyediaan infrastruktur. Hal ini bertujuan untuk menjembatani keterbatasan APBN dan kebutuhan infrastruktur yang tinggi.

Berdasarkan RPJMN 2014-2019, APBN dan APBD hanya mampu membiayai kebutuhan pembiayaan infrastruktur sekitar 41 persen dari total kebutuhan. Oleh karena itu, Pemerintah Pusat mengharapkan Pemerintah Daerah dapat mengimplementasikan skema KPBU dalam penyediaan infrastruktur daerah.

Adapun bentuk dukungan yang akan diberikan adalah penyediaan fasilitas penyiapan proyek, antara lain penyusunan kajian pra studi kelayakan, pendampingan transaksi/lelang, dukungan kelayakan berupa pembiayaan secara tunai atas sebagian konstruksi, dan penjaminan risiko politik atas kewajiban keuangan Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK).

Dukungan tersebut diharapkan dapat membuat proyek KPBU daerah menjadi layak secara keuangan, sehingga menarik minat calon Investor dan perbankan. (Adv-Sekretariat/Diskominfo)

PEKANBARU, SUKAJADI - Pemerintah Kota Pekanbaru menerima hibah Alat Berat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal ini Pejabat Walikota Pekanbaru diwakili oleh Plt. Kepala BPKAD ditemani Kabid Pengelolaan Aset dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan beserta Sekretarisnya. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Plt. Kepala BPKAD Alek Kurniawan SP, M.Si menjelaskan bahwa ini merupakan acara penandatangan Naskah dan Berita Acara Serah Terima Hibah dari Direktorat Jendral Cipta Karya kepada Pemerintah Daerah yang menerima bantuan hibah. 

Acara Penandatanganan Naskah dan Berita Acara Serah Terima Hibah dibuka oleh Sekretaris Jendral Kementerian PUPR dan dihadiri Dirjen Cipta Karya serta Gubernur, Walikota dan Bupati se Indonesia. 

"Alhamdulillah, Pemko terima hibah buldozer dan escavator senilai lebih kurang 3,8 milyar dari kemen PUPR" ujar Alek Kurnaiawan kepada awak media, Kamis (13/4/2017). 

Alek menjelaskan bahwa nantinya alat berat itu akan di peruntukkan sebagai operasional di TPA Muara Fajar. 

"Alat berat tersebut nantinya insyaallah akan kita tetapkan SK Walikotanya tentang pengguna barang yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan sehingga OPD tersebut dapat memaksimalkan tupoksi mereka selaku OPD terkait" Tutup Alek.(pku*04)

PEKANBARU, LIMA PULUH - Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru Edwar Sanger secara resmi membuka acara Sosialisasi Pedoman dan Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi (PPID) Senin (3/4/2017) di aula kantor Walikota Pekanbaru. 

Dalam sambutannya Edwar Sanger mengatakan dengan dilakukannya sosialisasi ini diharapkan seluruh Perangkat daerah memberikan informasi yang benar-benar jelas, akurat dan tertata rapi.

"Jadi informasi bisa tersampaikan dengan baik. Seperti juga nanti jika teman-teman media yang ingin mencari informasi ya bisa dapat infonya itu akurat dan jelas, " ujarnya. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Ia mengatakan PPID yang dibentuk sejak tahun 2015 lalu sudah menunjukkan aktivitasnya yang bagus. 

"Terbukti dengan penghargaan yang diraih oleh PPID. Pada tahun 2015 PPID mendapat peringkat 11 dan tahun 2016 kemarin PPID kita sudah ada di peringkat 3. Tentu ini prestasi buat kita. Harapan kita ini bisa ditingkatkan, " jelasnya. 

Lebih lanjut Edwar meminta agar seluruh peserta bisa mengikuti sosialisasi dengan baik sehingga apa yang menjadi tujuan acara ini bisa tercapai. 

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Pekanbaru Firmansyah Eka Saputra dalam laporannya mengatakan sosialisasi ini sebagai bentuk realisasi komitmen rencana aksi untuk mencegah korupsi yang ditandatangani oleh seluruh kepala daerah di Riau. 

"Dalam rencana aksi tersebut telah disepakati untuk mensosialisasikan pedoman dalam rangka terwujudnya pemerintahan yang transparan dan akuntabel," ungkapnya. 

Dikatakannya sosialisasi diikuti oleh seluruh kepala OPD, seluruh sekertaris OPD, Kepala Bagian, Perwakilan dari perguruan tinggi, perwakilan wartawan, dan juga perwakilan dari LSM.(pku*04)

PEKANBARU, RUMBAI PESISIR - Masyarakat Ekonomi ASEAN yang memiliki pola untuk mengintegrasikan ekonomi di kawasan ASEAN dengan cara membentuk sistem perdagangan bebas atau free trade antara sesama negara anggota ASEAN.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Awal Januari lalu, sebanyak empat perusahaan ritel waralaba asing telah mendatangi Kota Pekanbaru untuk memantau peluang bisnis. Demikian yang dikatakan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustian dan Perdagangan Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman.

Adapun empat ritel asing itu, Mas Irba menyebutkan adalah Seven Eleven, Circle K, Swensens, dan K24. Di mana keempat ritel tersebut telah mendatangi Disperindag Pekanbaru untuk berdiskusi soal potensi bisnis dan perizinan usaha di Kota Pekanbaru.

Mengenai masuknya ritel asing di Kota Pekanbaru, Mas Irba mengaku bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru tidak mempersoalkannya selama masih memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku. Pemko Pekanbaru secara terbuka menerima ritel yang ingin berinvestasi.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Dengan hadirnya investasi asing ini sendiri dapat memberikan peluang bagi Pekanbaru untuk meningkatkan pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi, terlebih Encik dan Puan ketahui bahwa Pekanbaru minim potensi wisata dan sumber daya alam.
.
Kota Pekanbaru sendiri memang menjadi daya tarik karena merupakan daerah investasi dengan dukungan penduduk di atas satu juta jiwa. Buktinya saat ini saja ada lebih dari 100 gerai milik dua ritel Alfamart dan Indomaret.

Selain dari sektor ritel, sektor pedagangan, properti dan jasa cukup diminati di Kota Pekanbaru. Yang mana nilai investasinya terus meningkat setiap tahun, bahkan hingga akhir November 2015 lalu mampu meraih Rp 11,8 triliun.

Dampak MEA ini sendiri cukup dirasakan di Kota Pekanbaru, bahkan Encik dan Puan dapat menemukan produk makanan impor yang bukan berasal dari negara ASEAN, seperti Jepang, Cina, dan Korea kini mulai membanjiri pasar hingga toko pinggir jalan.

Hal ini tentu saja merugikan keamanan Encik dan Puan selaku konsumen, karena kebanyakan produk impor tersebut tidak mencantumkan label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Sementara itu hasil penelusuran Disperindag Pekanbaru di lapangan menunjukkan barang impor tersebut masuk melalui negara yang tergabung dalam kesepakatan MEA, yakni Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Disperindag Pekanbaru hanya bisa mengawasi peredaran barang impor dari negara non-ASEAN tersebut. Karena dalam kesepakatan MEA tersebut, pemerintah daerah tidak bisa lagi melakukan pelarangan barang masuk dari negara ASEAN.

Lalu bagaimana dengan produk lokal? Banyak UMKM di Riau yang kini tengah berjuang untuk terus berproduksi tentunya akan terkena dampak dari MEA. Dengan pasar bebas yang sudah di depan mata, tentunya para pelaku usaha mesti meningkatkan kualitas produknya agar tetap bertahan.

Untuk melindungi UMKM, Mas Irba mewajibkan kepada semua pusat perbelanjaan atau ritel maupun waralaba untuk menjual sebanyak 20 persen produk UMKM Pekanbaru dari total produk dan jasa yang dijual.

Hal tersebut dilakukan agar tidak ada kekhawatiran yang beranggapan pelaku UMKM di Pekanbaru mati karena tidak mampu bersaing. Sehingga, perlu ada aturan khusus yang diberikan kepada pelaku usaha dari luar Kota Pekanbaru.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Selain itu, Pemerintah Kota Pekanbaru mencanangkan program pengadaan rumah kemasan yang anggarannya berasal dari kas pemerintah pusat. Terkait hal tersebut, Kecamatan Payung Sekaki, Rumbai dan Tenayan Raya mengajukan daerahnya untuk dibangun rumah kemasan.

Rumah kemasan sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang kemasan, baik itu konsultasi kemasan, desain kemasan hingga produksi kemasan produk itu sendiri.

Walikota Pekanbaru DR. H. Firdaus MT memastikan, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pekanbaru secara umum sudah siap bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah diberlakukan pada awal tahun 2016 ini.

''Jauh-jauh hari sebelumnya era MEA ini sudah menjadi perhatian kami, apalagi sekarang sudah diterapkan maka memang diperlukan pengembangan, agar kita tidak hanya jadi pembeli saja di pada MEA nanti,'' ungkapnya.

Menurut Firdaus MT, kedatangan produk-produk dari luar negeri ke Pekanbaru tidak akan mampu dibendung lagi oleh daerah. Bahkan masyarakat akan lebih memilih produk impor karena kualitasnya lebih baik dan harganya lebih murah. Apalagi selama ini, produk luar negeri sudah banyak membanjiri di Pasar Bawah Pekanbaru.

''Walau begitu, perlu dipikirkan bagaimana supaya UMKM yang berada di kota ini mampu menghasilkan produk-produk yang lebih berkualitas dengan harga relatif lebih murah, sehingga dapat bersaing dengan produk-produk dari luar negeri,'' jelasnya.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Berdasarkan data terakhir Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pekanbaru saat ini, ada sekitar 12.000 unit UMKM yang bergerak di sektor perdagangan dan sektor jasa seperti usaha kerajinan tenun, rotan, songket, makanan kering dan kue.

Mengenai hal itu, Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya pembinaan agar pelaku UMKM itu bisa bersaing dan kualitas produknya juga menjadi pilihan bagi masyarakat di negara-negara ASEAN.

''Banyak harus dibenahi terhadap produk-produk yang dihasilkan UMKM di Pekanbaru seperti kemasan dan keahlian tenaga kerja," kata Ingot.

Ingot Ahmad mengungkapkan, semua pihak harus siap dalam menghadapi MEA. Dalam menghadapi pasar persaingan bebas di kawasan Asia Tenggara itu, pihaknya sudah mengadakan pelatihan-pelataihan serta pembinaan kepada pelaku usaha terutama UMKM yang berada di Pekanbaru.

''Siap tidak siap, kita harus siap dalam menghadapi MEA yang mulai berlaku. Kami berharap dengan berbagai pelatihan dan pembinaan, mereka bisa menghasilkan produk berkualaitas,'' harapnya.(pku05)

PEKANBARU, TENAYAN RAYA - Sejak dipimpin Walikota Dr. H. Firdaus, MT perkembangan Kota Pekanbaru terus menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai sektor. Tidak hanya pada infrastruktur dan bangunan, juga bisa dilihat pada bidang pendidikan yang tetap menjadi skala prioritas. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Seperti yang sudah direalisasikan diantaranya, pembangunan ratusan gedung sekolah baru untuk tingkat SD di beberapa wilayah di Kota Pekanbaru. Perhatian serius juga ditunjukkan dengan dibangunnya gedung sekolah untuk tingkat SMP di beberapa kecamatan yang ada. 

Program revitalisasi sekolah juga sudah dilakukan, Pemko merealisasikannya di sekolah negeri maupun swasta, diikuti dengan penambahan ruang kelas baru di semua tingkatan. Untuk menunjang program pendidikan berjalan maksimal, Pemko juga sudah menambah bangunan laboratorium dan perpustakaan di sekolah-sekolah, diiringi dengan memberikan bantuan untuk pembangunan ruang praktik, berikut peralatan laboratorium. 

Meresmikan Gedung SMP IT Badrul Islam Jalan Naga Sakti Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan. 

Tak hanya fokus pada fisik bangunan, Walikota juga memperhatikan dari segi SDM-nya, untuk itu, sudah dibangun prasarana rumah penjaga sekolah di semua tingkatan, dilengkapi rumah ibadah, pembangunan penataan lingkungan. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Berupa pemasangan pagar, paving block dan pembangunan perpustakaan. Kemudian juga sudah dibangun ruang serba guna, sanitasi air bersih dan masih banyak lagi pembangunan yang dilakukan melalui program- program yang dikucurkannya. 

Dari pemaparan tersebut bisa dilihat bahwa Walikota Pekanbaru Firdaus, terus fokus memperioritaskan bidang pendidikan. Dia berharap, agar pendidikan di Pekanbaru semakin berkualitas, diiringi peran guru pendidik yang lebih baik. 

Setelah fokus dan merealisasikan pembangunan sekolah, wako juga tak membiarkan program pendidikan berjalan begitu saja. Dia selalu meninjau sekolah-sekolah disetiap kesempatan. Seperti yang dilakukannya, Sabtu (5/3/2016), di sekolah SMKN 02 dan SMK Manajemen Penerbangan di Jalan Parit Indah bertujuan untuk mengetahui perkembangan dari dua sekolah tersebut. 

Pada kesempatan itu, Firdaus juga mengapresiasi perkembangan pendidikan di SMKN 2. Pasalnya, sekolah itu sudah mempunyai banyak jurusan dilengkapi peralatan belajar yang akan mendukung proses belajar dan mengajar. 

"Alhamdulillah, di SMKN 2 pendidikannya sudah baik, sekolah ini juga banyak bekerjasama dengan berbagai perusahaan yang ada di Kota kita. Tak lain untuk menunjang minat dari para siswa dan siswiuntuk meningkatkan kemandirian dalam menimba ilmu Pengetahuan," kata Firdaus, waktu itu, dihadapan para siswa, kepala sekolah, dan guru pembimbing. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Wako juga sempat berdialog singkat bersama para pe-lajar disana dengan menyampaikan beberapa pesan positif kepada agar siswa jurusan yang berhubungan dengan mesin otomotif, listrik dan las, agar selalu menjaga keselamatan dan kesehatan dalam proses belajar. 

Apresiasi serupa juga disampaikan Walikota Firdaus saat menyempatkan diri mengunjungi SMK Penerbangan, Dia berharap kepada para siswa/siswi di sana, agar selalu tekun dalam menimba ilmu pengetahuan. Kemudian juga terus meningkatkan kemampuan menguasai bahasa Inggris, Mandarin dan Jepang. Sehingga bila ada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja di luar negeri, semua sudah siap mengikutinya. 

Turut hadir dalam peninjaun tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Jonny Sarikoen.(pku05)

PEKANBARU, RUMBAI - Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT memberikan pembekalan bagi 2.981 Ketua RT, 736 Ketua RW dan 58 LPM se Kota Pekanbaru dan 12 Camat yang di langsungkan di Hotel Mutiara Merdeka. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Dalam acara tersebut, selain membahas program strategis Pemko Pekanbaru, ada lima ‘Bersih’ yang ditekankan orang nomor satu di Pekanbaru kepada ujung tombak pemerintahan.

"Kelima bersih itu diantaranya, bersih pikiran. Selalulah berfikir positif. Terutama terkait dengan program pembangunan pemerintah kota pekanbaru. Kedua bersihkan pendengaran yang artinya ketua RT/RW harus menjauhkan diri darti hasutan yang berujung pada fitnah," imbuhnya.

Tak hanya itu saja, dalam penyampaian bersih yang ketiga, Wako meminta kepada ketua RT, RW dan Ketua LPM untuk peka terhadap penglihatan. “Kalau ada sampah di selokan atau parit yang merusak pemandangan kita, segera di bersihkan,” ujarnya.

Sementara untuk bersih yang ke empat, Wako meminta untuk memberihkan hati. Menurutnya, Ketua RT/RW harus menghindari sifat buruk sangka. Sehingga tugas dan fungsi di masyarakat dapat berjalan dengan baik.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
"Nah, untuk yang kelima ini bersihkan fisik dan lingkungan. Ini semua untuk menuju masyarakat yang madani, beradab dan berkualitas," ucapnya.

Langkah Wali Kota Pekanbaru H Firdaus ST MT untuk melakukan kemitraan dengan masyarakat bukanlah main-main. Pasalnya, beberapa kali orang nomor satu di Pekanbaru ini juga menghadiri pengukuhan Kepengurusan Forum Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat ( FK-LPM) Kecamatan Bukit Raya Periode 2015-2018 di Halaman Kantor Kecamatan Bukit Raya Kelurahan Simpang Tiga.

Wako usai menghadiri pelantikan mengatakan bahwa Pemko Pekanbaru sangat menyambut baik atas dikukuhkannya FK-LPM . Dengan dikukuhkannya pengurus ( FK-LPM ) ini dapat berperan aktif sebagai mitra yang mampu menggerakan pembangunan menuju kemandirian masyarakat.

"Saya ucapkan selamat kepada para pengurus yang telah dilantik. Semoga para pengurus bisa mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Saya juga berharap para pengurus dapat melaksanakan rapat kerja di seluruh jajaran LPM guna menyusun program-program yang dapat memberikan sumbangan yang berharga bagi pelaksanaan pembangunan di Kota Bertuah ini," kata Wako.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Ditambahkan Wako, FK-LPM Kota Pekanbaru adalah Mitra Pemerintah. Dalam membangun masyarakat madani yang di jadikan modal pembangunan dan juga pekanbaru sebagai Kota Interpreuner maka Sumber Daya Manusia (SDM) adalah modal utama.

"Maka oleh sebab itu memperdayakan masyarakat dengan prinsip tridaya dalam program PM-BRW maupun program masjid paripurna. Dengan prinsip tridaya dapat memperdayakan masyarakat berkualitas SDM yang baik, ekonomi kerakyatan yang baik dan kualitas lingkungan yang baik," ujarnya.

Tak hanya itu saja, Wako juga menambahkan daya tarik membangun negeri menjadi kota yang baik, nyaman, damai, bersih, sehat dan kota yang asri. Dengan prinsip demikian para pengusaha akan datang berinvestasi di Kota Pekanbaru.

"Pemerintah Kota Pekanbaru menghimbau segenap masyarakat Kota Pekanbaru, mari bersama-sama bergandeng tangan dan bahu-membahu untuk menanggulangi berbagai masalah sosial yang terjadi di Kota Pekanbaru," pinta Wako.

Pemerintah Kota Pekanbaru mengharapakan pengurusan FK-LPM ini dapat menjalankan program organisasi yang bisa melaraskannya dengan konsep pembangunan Kota Pekanbaru.

"Tentunya dengan berlapang hati dan menggunakan pikiran yang rasional untuk kemaslahatan umum, sehingga pembangunan yang terlaksanakan berdaya guna dan berhasil guna untuk Keadilan dan Kesejahteraan sesuai yang di cita-citakan," tutupnya.(pku05)

PEKANBARU, LIMA PULUH - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melakukan ekspose pengoperasian bus besar Trans Metro Pekanbaru (TMP), bantuan Kementerian Perhubungan tahun 2008 dan tahun 2015, Kamis (21/4/2016) di kediaman walikota. Rapat tersebut membahas mengenai penambahan rute baru yang nantinya dilalui bus TMP tersebut.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT  dalam pemaparannya mengatakan, selain membahas terkait persoalan tersebut, pertemuan yang digelar bersama Dinas Perhubungan dan PD Pembangunan juga sekaligus guna mengevaluasi pelayanan angkutan masal Pekanbaru yakni Trans Metro Pekanbaru.

"Rapat ini juga sekaligus mengevaluasi rencana pengembangan armada maupun pengembangan pelayanan, khusus di perumahan dan dalam perumahan ke jalur ke protokol," kata Firdaus.

Saat ini bus TMP melayani 9 rute, kedepan Pemko Pekanbaru bersama pemerintah provinsi dan kabupaten lain khususnya Kabupaten Kampar, akan dikembangkan kawasan aglomerasi.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
"Kita juga akan mengembangkan pelayanan kawasan dengan aglomerasi, untuk tiga titik di Kampar, rencana dari Pandau melalui ruas jalan Kubang Raya terus ke Garuda Sakti dan berhenti di terminal," jelasnya.

Kemudian Pemko juga merencanakan rute dari Simpang Panam sampai ke Danau Bingkuang, kemudian dari Garuda Sakti bisa sampai ke Petapahan yang masuk ke wilayah Kampar

"Yang kedua dari jalan Yos Sudarso ke Minas untuk Kabupaten Siak, kemudian rencana dari Lintas Timur dari Pasir Putih ke Sei Kijang. Itu alternatif yang kita rencanakan nanti," sambungnya.

Maka dari itu, Pemko nantinya akan berupaya meningkatkan pelayanan untuk penambahan rute dengan cara melakukan penambahan armada bus Trans Metro Pekanbaru.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Kepala Bidang Angkutan Dishub Pekanbaru, Sunarko, mengatakan, Pemko Pekanbaru memang merencanakan untuk membuka rute baru yang saaat ini belum terlayani angkutan bus TMP. terlebih lagi dikawasan- kawasan perumahan-perumahan yang baru dibangun. Kawasan-kawasan itu terdiri dari Kecamatan Tenayan Raya atau Kecamatan Tampan yang belum tersentuh sama sekali layanan angkutan bus TMP.

Sementara itu, Kepala UPT Pengelola Angkutan Perkotaan (PAP) Dishubkominfo Kota Pekanbaru Wisnu Harryanto, menyebut untuk mendukung sembilan unit bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) berukuran besar milik Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru, koridor I Pelita Pantai-Pandau Permai juga akan dibantu tiga unit bus TMP berukuran sedang.
    
Nantinya bakal tetap dikelola oleh PD Pembangunan, dengan dukungan tiga unit bus TMP diharapkan mampu mempersingkat jarak atau headway yang melayani para penumpang di koridor I.
    
http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
"Dengan adanya sembilan unit dan tiga unit, jarak tunggu bus satu dengan yang lain nanti tidak terlalu lama. Mudah-mudahan dengan banyaknya armada bus TMP tersebut, para penumpang juga merasa terlayani dengan baik," katanya.

Disinggung kapan sembilan unit bus bakal dioperasionalkan, Wisnu menjawab, kalau tidak ada halangan akan dioperasionalkan bulan Mei, menunggu SK dari walikota.
   
Begitu juga dengan 11 unit bus TMP ukuran besar yang mangkrak di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki juga akan diperbaiki menggunakan APBD Tahun 2016.
    
" Sebenarnya untuk yang 11 unit itu sudah kami anggarkan, Tapi karena ada rasionalisasi anggaran, makanya kami tunda terlebih dahulu dan kami prioritaskan untuk kegiatan yang lain," kata Wisnu.
    
Meski gagal dianggarkan di APBD Murni, pihaknya tetap akan mengusulkan kembali di APBDP agar 11 unit bus TMP ukuran besar bisa kembali beroperasi untuk melayani masyarakat Pekanbaru.(pku04)
Diberdayakan oleh Blogger.