PEKANBARU, LIMA PULUH - Penerapan program Usaha Ekonomi Kelurahan Simpan Pinjam (UEK-SP) di Kota Pekanbaru menunjukkan dampak positif. Bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat, program ini merupakan wujud nyata upaya penanggulangan kemiskinan jika dikelola dengan baik.

Di Pekanbaru, pada 58 kelurahan yang ada, seluruhnya kini sudah memiliki UEK-SP. Bagi masyarakat kecil, UEK-SP di masing-masing tempat kini sudah menjadi tumpuan untuk mendorong perkembangan ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT memaparkan, kunci dari maksimalnya manfaat UEK-SP adalah dilakukan pengelolaan yang baik dan benar. 

”Ini merupakan upaya peningkatan ekonomi masyarakat, serta dapat menjadi peningkatan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik tentunya akan berjalan dengan lancar,’’ papar Wako.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Ia melanjutkan, dengan pengelolaan UEK-SP yang baik pula, program ini mampu meningkatkan usaha mikro kecil. ”Muaranya dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di mana UEK-SP itu berada,’’ imbuhnya.

UEK-SP pada hakikatnya merupakan program percepatan dalam rangka penanggulangan dan mengurangi jumlah penduduk miskin melalui dana simpan pinjam Rp500 juta untuk tiap kelurahan. 

Oleh karena itu, penanggulangan kemiskinan dengan menitikberatkan pada aspek pemberdayaan masyarakat sebagai pendekatan operasional, merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam merealisasikan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Realisasi UEK-SP dapat dilihat dari perluasan kesempatan dan peluang bagi orang miskin dalam kegiatan ekonomi produktif dan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan sumberdaya yang dimilikinya. Melalui UEK-SP juga, percepatan penanggulangan kemiskinan dapat terjadi melalui pengembangan ekonomi masyarakat.

Dalam penerapannya, UEK-SP berpihak pada masyarakat tidak mampu. Setiap kegiatan yang dilaksanakan, baik dalam proses maupun pemanfaatan hasil kegiatan, harus mempertimbangkan manfaat yang sebesar-  besarnya bagi kelompok masyarakat tidak mampu.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Wako mencontohkan, dari 58 kelurahan, UEK-SP Fajar Kehidupan memperoleh predikat terbaik nomor 1 atas usaha yang dilakukan oleh anggota serta koordinator UEK-SP. Ini terbukti dengan total pengembalian 99 persen. 

”Artinya total kepercayaan masyarakat semakin tinggi. Tentunya hal ini adalah prospek yang sangat bagus dalam kemandirian dan daya saing terutama dalam menghadapi MEA (Masyarakar Ekonomi ASEAN),’’ paparnya.(pku04)

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.